Bagikan
Highlight Cover
Bisnis

Taman Hayat: Manfaatkan Konten Edukasi Sebagai Strategi Marketing

02 August 2021  |  Penulis: Nikita Luisa

“Content is king.”
–Bill Gates

Dikutip dari esai yang ditulis Bill Gates tahun 1996, dia percaya bahwa konten punya pengaruh besar dalam menghasilkan uang. Terbukti, di era digital saat media sosial menjadi kebutuhan sehari-hari, konten digital memberikan pengaruh signifikan dalam strategi marketing karena dapat meningkatkan kepercayaan orang terhadap suatu bisnis.

Dengan adanya peningkatan konsumsi konten digital di Indonesia sebanyak 35% selama pandemi, para pebisnis semakin gencar memanfaatkan konten sebagai salah satu strategi marketing mereka—mulai dari konten infografis, user generated content, hingga konten edukasi.

Baca juga: 6 Hal yang Harus Ada Pada Halaman Bisnis Online Kamu

Konten edukasi inilah yang dipilih Indra Wijaya serta Monica Fernandez sebagai strategi untuk mempromosikan Taman Hayat, bisnis tanaman hias unik di Jakarta yang sudah ada sejak tahun 2016. Gak hanya menjual pot dan tanaman yang terfokus pada jenis sukulen serta caudiciform, Taman Hayat juga menyediakan jasa landscaping interior dengan memanfaatkan tanaman untuk restoran, hotel, bahkan rumah pribadi.

Pada suatu kesempatan, Indra dan Monica menceritakan tantangan yang Taman Hayat hadapi dalam membangun bisnis kepada Jenius. Ada beberapa pembelajaran menarik yang Indra dan Monica dapatkan dan bisa dibagi untuk teman Jenius. Yuk, kita simak cerita perjalanan bisnis Taman Hayat!

Baca juga: Strategi Pengembangan Produk ala Taman Hayat

Memanfaatkan konten edukasi sebagai strategi promosi

Pernahkah kamu menemukan foto dan video tutorial makeup atau memasak saat sedang scrolling media sosial? Percaya gak percaya, konten semacam itu termasuk dalam kategori konten edukasi lho. Dengan konten seperti ini, bisnis gak hanya fokus menjual produk atau jasa, tapi juga memberikan ilmu mengenai apa yang bisa konsumen lakukan dengan produk atau jasa mereka.

Untuk bisnis tanaman hias seperti Taman Hayat, edukasi merupakan kebutuhan penting bagi pecinta tanaman. Soalnya, peran Taman Hayat gak akan berakhir ketika produk tersebut terjual, melainkan terus berlanjut saat tanaman tersebut dirawat oleh pemilik baru.

Menyadari kebutuhan informasi tersebut, Taman Hayat memutuskan untuk menciptakan konten edukatif. Sebagai co-founder Taman Hayat yang mengatur urusan marketing, Monica memaksimalkan Instagram @tamanhayat untuk membagikan konten-konten seperti video singkat perawatan tanaman, serta blog post di situs mereka untuk menunjukkan cara merawat tanaman unik ala Taman Hayat.

Pada kontennya, Taman Hayat juga mengampanyekan gerakan #SurelyGreenIsGood sebagai inspirasi agar teman Jenius dapat hidup berdampingan dengan alam. Taman Hayat percaya, tanaman gak hanya bisa digunakan sebagai dekorasi, tapi juga sarana bertumbuh.

Apalagi faktanya, kegiatan bercocok tanam dapat meningkatkan serotonin yang dapat menghilangkan rasa stres akibat rutinitas sehari-hari. Melalui #SurelyGreenIsGood, Taman Hayat pun berkomitmen menyumbangkan 5% penjualan setiap bulan ke konservasi hutan.


Strategi konten edukasi cocok untuk Taman Hayat, terbukti dari konten mereka yang berhasil menarik perhatian banyak orang. Dengan potensi besar di dunia digital, kamu juga bisa mengaplikasikannya untuk bisnismu lho! Coba ulik konten apa yang bisa kamu buat dan bagikan, kemudian lakukanlah trial and error hingga menemukan formula yang pas.

Baca juga: 6 Tips Mengembangkan Bisnis Online untuk Pemula

Belajar dari mentor dan memperluas koneksi

Menciptakan konten edukasi bukanlah perkara mudah, apalagi di dunia tanaman hias yang memerlukan banyak riset. Indra dan Monica menyadari bahwa mereka harus mengedukasi diri sendiri. Beberapa cara yang ditempuh adalah belajar dari mentor yang punya jam terbang tinggi serta bertemu dengan koneksi baru.

Setelah menemukan mentor, Indra dan Monica akhirnya mendapatkan ilmu baru untuk mengembangkan bisnis mereka, yakni dengan bereksperimen cara bercocok tanam yang paling tepat untuk Taman Hayat. Keduanya juga termotivasi memperluas jangkauan bisnis dengan produk tanaman hias dan jasa landscaping, yang pada akhirnya menjadi identitas Taman Hayat.

Selain itu, memperluas koneksi juga penting untuk mengembangkan bisnis. Berkat koneksi mereka, Taman Hayat mendapatkan beberapa kesempatan kolaborasi dengan banyak brand, salah satunya adalah brand kerajinan aksesori, Kal Akkara.


Mengetahui pengalaman Taman Hayat, apakah kini teman-teman Jenius sudah dapat inspirasi mau belajar dari mentor yang mana?

Baca juga: Perdalam Pengetahuan Seputar Bisnis Lewat Situs Belajar Online

Menciptakan bisnis dengan melihat tren dan peluang

Apakah teman Jenius tau bahwa bisnis Taman Hayat sebenarnya berawal dari hobi Indra bercocok tanam? Kemudian, Indra melihat peningkatan tren kebutuhan green interior di luar negeri menyusul meningkatnya kesadaran banyak orang untuk melestarikan alam.

Berbekal passion serta riset pasar, Indra kemudian mengajak Monica—yang punya background pendidikan di jurusan bisnis—memulai bisnis tanaman hias. Memang benar ya, inspirasi bisa datang dari mana pun, salah satunya hobi. Bagaimana denganmu, teman Jenius? Apakah kamu tertarik membuat hobimu menjadi bisnis?

Baca juga: 3 Pertanyaan tentang Memulai Bisnis

Menggunakan sistem keuangan yang efektif

Meski demikian, mengubah hobi menjadi bisnis gak semudah membalikkan telapak tangan. Kurangnya pengalaman membuat Taman Hayat sempat kesulitan memisahkan uang pribadi dan uang untuk berbisnis pada tahun pertama. Sontak, hal ini menyebabkan keduanya harus melakukan injeksi dana.

Setelahnya, perlahan tapi pasti Taman Hayat mulai menemukan ritme mereka dalam berbisnis. Bersama Jenius untuk Bisnis, Monica kini bisa mengalkulasi pemasukan dan pengeluaran dengan lebih mudah. Dia pun hanya perlu satu Jenius untuk mengatur baik akun personal maupun akun bisnis Taman Hayat.

Berhubungan dengan layanan pelanggan, Monica mengaku terbantu dalam mencetak invoice dengan lebih praktis. Tanpa perlu mendesain dan mencetak secara manual, fitur kasir di aplikasi Bisniskit by Jenius juga berhasil memudahkan Monica mengirimkan invoice transaksi hanya dengan beberapa kali klik.


Baca juga: Bangun Potensi Bisnismu dengan Inovasi Akun Bisnis dan Bisniskit

Ada banyak inspirasi yang bisa didapatkan dari cerita bisnis Taman Hayat. Dua di antaranya, selain perlu strategi promosi untuk mengembangkan bisnis, mengatur keuangan internal juga menjadi faktor penting untuk memastikan bahwa bisnis tetap profitable.

Dengan #AdaJenius, kamu bisa mengatur keuangan bisnismu dengan lebih mudah. Yuk, mulai atur keuangan bisnis dengan lebih efisien menggunakan akun bisnis Jenius dan mengelola bisnismu menggunakan aplikasi Bisniskit by Jenius.

Tertarik menggunakan Jenius untuk membantumu mengelola bisnis? Buat akun bisnismu di Jenius dan download aplikasi Bisniskit by Jenius sekarang.


Bagikan