Mau Membuat Konten Saat Traveling? Siapkan 6 Hal Ini!

writter Fifi Nurfitrianti

Di setiap destinasi traveling, apalagi di tempat-tempat wisata, pemandangan orang yang sedang sibuk membuat konten sangatlah mudah ditemui. Puluhan foto dari berbagai arah dan diambil dengan banyak pose, berusaha mendapatkan konten terbaik untuk dibagikan selama dan sesudah traveling. Apakah kamu salah satunya?

Kalau sudah begini, banyak orang bertanya-tanya apa saja yang perlu disiapkan untuk membuat konten saat traveling. Berdasarkan workshop #JeniusxTravelFest2019 bersama content creator Febrian dan Adis, ada 6 hal yang wajib kamu siapkan dan perhatikan untuk membuat konten saat pergi traveling. Coba dicek satu per satu yuk.

1. Pilih gear atau alat rekam yang sesuai.
Gak bisa dimungkiri, gear atau alat rekam berupa kamera punya peranan penting dalam membuat konten saat traveling. Apalagi kalau kamu adalah orang yang senang membagikan konten di media sosial yang memerlukan visual seperti Instagram.

Untuk membuat konten saat traveling, kamu perlu menyiapkan gear yang sesuai dengan destinasi dan aktivitas traveling yang akan dilakukan. Misalnya kamu berniat menyelam dan ingin membuat konten pemandangan dasar laut, tentu kamu akan membutuhkan kamera aksi yang bisa dibawa hingga kedalaman 10 meter.

Mau bikin beberapa jenis konten tapi gak mau pergerakan selama traveling jadi terbatas karena bawa banyak gear berbeda? Kamu selalu bisa pakai ponsel yang sudah kamu miliki lho. Apalagi saat ini rata-rata ponsel sudah punya spesifikasi bagus, mulai dari operating system-nya, kualitas kamera—depan maupun belakang, kapasitas penyimpanan, hingga aplikasi yang compatible. Sehingga hanya dengan satu ponsel, kamu bisa menghasilkan konten-konten dengan kualitas foto maupun video yang baik. Selalu ingat, foto bagus bukan hanya karena jenis kameranya, tapi juga orang yang memotretnya.

2. Cari referensi sebelum berangkat traveling.
Membuat konten yang oke saat traveling membutuhkan persiapan yang gak sedikit, apalagi kalau media sosial kamu punya karakter dan persona khusus. Agar gak bingung ketika sudah destinasi, ada baiknya bila kamu mencari referensi sebelum berangkat. Cari referensi sebanyak-banyaknya mengenai hal yang ingin kamu kunjungi dan jadikan konten, mulai dari jadwal pameran di museum, fashion yang sesuai, makanan-makanan enak wajib coba, hingga kafe dan kedai kopi yang menarik untuk dikunjungi.

Untuk aktivitas-aktivitas ini, kemungkinan besar kamu memerlukan budget khusus. Misalnya, kamu suka makan dan suka membuat konten mengenai makananan yang menarik di destinasi traveling kamu. Jika saat traveling biasa kamu hanya makan tiga kali dalam sehari, mungkin kamu akan makan lebih sering karena ingin menyicipi semua makanan menarik yang ada di daftar referensi. Biar gak kebingungan, jangan lupa perhitungkan budget khusus traveling ini ya. Kamu bisa menaruhnya di x-Card khusus agar dananya gak tercampur dengan budget keperluan lain.

Baca juga: Tujuh Tips Liburan ke Luar Negeri dengan Budget Terbatas

3. Buatlah caption foto yang unik.
Kalau lihat di media sosial, banyak orang yang terlihat bingung mau menuliskan caption apa atas foto yang diunggahnya. Padahal, ini penting lho untuk disiapkan. Karena caption yang unik justru akan menjadi daya tarik tersendiri, bahkan bisa jadi ditunggu-tunggu banyak orang lho! Untuk memudahkan, kamu bisa menuliskan apa saja yang ada di pikiranmu saat kamu posting. Namun, jika kamu tipe orang yang terorganisir, kamu juga bisa membuat mind map terlebih dahulu berisi apa saja yang mau dibagikan, seperti kebiasaan Febrian yang gak cuma menulis caption berdasarkan pengalaman, tapi juga fakta dan trivia.

View this post on Instagram

YES, I TRIED A CUP OF EGG COFFEE IN HANOI An egg coffee (Vietnamese: Cà phê trứng) is a Vietnamese drink which is traditionally prepared with egg yolks, sugar, condensed milk and robusta coffee. The drink is made by beating egg yolks with sugar and coffee, then extracting the coffee into the half of the cup, followed by a similar amount of "egg cream"⁠, egg yolks which are heated and beaten, or whisked. The legend goes that fresh milk was in short supply during the post war 1975 because fresh milk and condensed milk are scarce commodities due to the trade embargo and so whisked egg yolk was used as a replacement. The drink is served in cafes throughout Vietnam, though it originates in Hanoi. The Giang Café (Vietnamese: Cà Phê Giảng) in Hanoi is known for serving the drink, which it makes with chicken egg yolk, coffee powder, condensed milk, and, optionally, cheese. The cup is served inside a bowl of hot water to retain its temperature. The son of the café's founder Nguyen Giang claims that his father developed the recipe for the drink when milk was scarce in Vietnam in the late 1940s, replacing the dairy product with egg yolk. Unfortunately I didn't go to The Giang Cafè, but I tried it in so many places in Hanoi including at one of the cafès around the train street, drink it while it's hot or you'll regret it. LOL. Got egg? 🤪🥚 Photo by @embeackts #Vietnam #EggCoffee #Hanoi #Trainstreet #VietnamCF

A post shared by Febrian (@_febrian) on


Selain itu, jangan lupa tambahkan sentuhan personal di setiap konten yang kamu bagikan ya. Salah satu contoh yang menarik adalah caption #LetMeTellYouAStory, yang konsisten digunakan content creator Alexander Thian.

View this post on Instagram

A view like this. Tapi cukup sekali aja seumur hidup ke Ladakh/India. Cakep tapi udah gak mau lagi. Mencret karena makanan kadaluarsa, diikuti pengemis lalu dicolek-colek dan ditarik-tarik di Delhi, polusi udara parah banget sampai asma kumat, kena altitude sickness di ketinggian 5300-5400, nggak doyan kari india tapi di sini rata-rata makanannya begitu semua, sampai 11 peserta trip kemarin flight-nya canceled tanpa pemberitahuan dari airlines lokal, sehingga mereka rugi belasan juta karena harus extend dua hari + beli tiket baru dari ladakh ke delhi dan delhi - jakarta. It’s true that with India, you either love it or hate it. Untuk aku, cukup sekali saja dadah babay gak kuat aku 😂🤦🏻‍♂️

A post shared by Alexander Thian (@amrazing) on


4. Kalau gak buat konten yang bagus banget, sekalian buat “lucu” banget.
Banyak orang membagikan konten traveling-nya dengan foto dengan pose bagus dan tertata (tahu plandid—planned candid, kan?). Mau yang beda? Kamu bisa bikin yang “lucu” atau “ancur” sekalian, kalau kata Adis. Misalnya nih, kamu bikin foto sambil merem, sambil kayang, headstand, dan lain sebagainya.

Ini adalah salah satu contoh konten yang disarankan Adis.


Atau konten menarik yang ada di Instagram @chinventures.


5. Pilih "jalur" yang sesuai dengan kepribadian kamu.
Di media sosial, apa sih persona atau kepribadian yang ingin kamu tampilkan? Perempuan muda yang hobi solo traveling? Atau pasangan vlogger yang secara reguler pergi traveling untuk mencoba makanan khas daerah tersebut? Mau jalur komedi, kuliner, adventure—apa pun itu, pilihlah “jalur” yang paling sesuai dengan kepribadianmu. Ini dilakukan agar kamu gak bingung menentukan konten apa yang sebaiknya kamu buat, juga agar orang lain pun menjadikanmu top of mind bila ingin mencari konten-konten tertentu seperti yang kamu tampilkan.

Baca juga: Pergi ke Tempat Anti-Mainstream? Siapa Takut!

6. Hidupkan konten yang kamu buat.
Jika kamu ingin secara serius membuat konten traveling di media sosialmu, kamu perlu selalu menghidupkan konten yang kamu buat. Namun, jangan sampai kamu menampilkan hal yang “palsu" ya. Selain itu, jangan juga pura-pura bahagia. Buatlah konten yang jujur, karena rekaan atau kepura-puraan pasti akan terlihat. Dan di luar itu semua, buat apa sibuk menampilkan hal yang gak “kamu banget”? Jangan sampai tersiksa lho dengan gak menjadi diri sendiri.

Baca juga: Aplikasi di Smartphone yang Wajib Kamu Miliki Saat Traveling ke Luar Negeri

Sudah siap pergi traveling tahun ini? Apa pun konten yang kamu buat saat traveling nanti, urusan menikmati perjalanan harus selalu diprioritaskan ya! Jangan sampai kamu terlalu fokus untuk membuat konten sampai kamu hanya sibuk dengan gadget selama di perjalanan. Selain sayang perjalanannya, keamananmu juga penting. Takutnya karena terlalu serius membuat konten, kamu kurang perhatian dengan keadaan di sekelilingmu. Happy traveling!

Artikel lainnya