Merencanakan sesi makan siang bersama teman-teman biasanya sudah dimulai sejak pagi, setiap harinya.
Bahkan, sering kali semua orang masih dalam perjalanan dan belum tiba di kantor, tapi urusan mau makan apa dan di mana sudah ramai dibahas di group chat.
Andika: Geng, nanti makan siang bareng gak?
Binar: Yuk! Gue lagi pengin makan nasi padang.
Clara: Wah, ayam pop! Mauuu…
Andika: Oke. Nasi padang di gedung sebelah ya.
Daniel: Ikut.
Erin: Jam 12 di sana ya. Gue langsung dari tempat meeting.
Grup ABCDE—Andika, Binar, Clara, Daniel, dan Erin. Mereka berlima adalah teman satu kantor yang cukup akrab dan hobi makan juga nongkrong bareng, walaupun sebenarnya gak bekerja dalam satu tim.
Urusan mengajak seluruh anggota kelompok dan melemparkan ide tempat makan selalu lancar dibicarakan oleh semua anggota. Sayangnya, hal yang sama gak terjadi saat mengurus pembayaran.
Erin: Diiik, tadi lo yang bayar ya? Makasih lho 🙂🙂🙂
Andika: Enak aja! Ini notanya ya. *send picture*
Erin: Hahaha.
Daniel: Oke.
Binar: Gue bayar abis gajian boleh ya, Dik? Seminggu lagi kok. Hehehe.
Clara: Gue gak utang ya, tadi udah kasih tunai. Thanks, Dik.
Andika lagi-lagi hanya bisa mendengus sebal membaca pesan dari teman-temannya. Urusan minta ditraktir dan bayar utang setelah gajian bukan cuma sekali ini saja dialaminya.
Kejadian ini pun gak cuma dari lingkaran pertemanan di kantor. Kalau Andika terjebak dengan kejadian “nongkrong bareng tapi yang bayar gak semua” paling gak seminggu satu-dua kali, bisa bayangkan dong bagaimana jadinya kondisi cash flow Andika?
Sesekali Andika ingin masa bodoh dengan perasaan gak enak karena saat makan atau nongkrong, gak ada yang berniat membayar duluan atau mengumpulkan uang tunai sesuai pengeluaran masing-masing.
Namun, setiap kali berkumpul, Andika gak tahan melihat semua orang tunggu-tungguan untuk bayar, juga gak tega melihat pramusaji menunggu lama setelah mengantarkan nota.
Pada akhirnya, perasaan gak tega menang, dan Andika harus mengorbankan uangnya dari budget lain, salah satunya budget jajan di akhir pekan.
“Gue gak ada cash, pakai kartu gue dulu aja nih.”
Tim #cashlesssociety. Karena malas sering-sering ke ATM dan pegang banyak uang tunai, Teman No. 1 biasanya akan jadi orang pertama yang mengajukan diri untuk membayar dulu tagihan tiap kali makan dan nongkrong.
“…” (Tanpa banyak omong langsung taruh beberapa lembar uang di atas nampan bill restoran.)
Tim #bantingancash. Dari awal memesan, Teman No. 2 sudah mengira-ngira
total pesanannya beserta tax and service. Ketika nota datang, dia akan langsung mengeluarkan uang sesuai hitungan—kadang dibulatkan. Sisa beberapa ribu akan dia relakan dengan santai.
“Kali ini on me ya, guys. Nanti gantian aja.”
Teman ini masuk tim royal karena gak seganmentraktir saat nongkrong biar gak ribet menghitung tagihan tiap orang. Harapannya, mereka bisa bayar secara bergiliran. Sayangnya, Teman No. 3 yang baik ini lama-lama merasa dimanfaatkan karena gak pernah ada yang bersedia gantian!
“Tagihan gue berapa? Nanti gue transfer ya.”
Teman No. 4 biasanya berjanji untuk membayar tagihan lewat transfer ke tipe Teman No. 1. Sayangnya, janji itu gak selalu ditepati saat itu juga. “Nanti” bisa berarti bulan depan, atau kapan-kapan kalau ingat.
Dari empat tipe teman nongkrong di atas, termasuk teman nomor berapakah kamu?
Tim cashless maupun tim uang tunai, gak ada yang benar atau salah. Kamu cuma harus lebih berhati-hati, karena sikapmu—yang mungkin kamu anggap biasa dan wajar—bisa jadi menyulitkan kondisi keuangan teman-teman kamu.
Coba kita hitung secara kasar. Kalau setiap makan bareng atau nongkrong ada satu orang yang “lupa” membayar tagihannya yang senilai Rp50 ribu, selama sebulan kamu kehilangan Rp200 ribu!
Awalnya memang terasa ringan ya. “Ah, cuma beberapa puluh ribu kok.” Kalau yang seperti ini selalu terjadi, kamu bisa rugi banget!
Banyak orang sebenarnya sudah sadar keuangan mereka bocor halus karena kasus makan bareng seperti ini.
Namun, mereka juga tertahan dengan pemikiran: jangan sampai masalah uang yang gak seberapa merusak pertemanan.
Nah, untuk menghindari kekesalan yang terpaksa dipendam sendiri akibat harus menomboki biaya nongkrong ramai-ramai, kamu bisa manfaatkan fitur Split Bill di Jenius.
Dengan fitur Split Bill, kamu gak perlu ribet buat membagi tagihan makan bareng teman-teman.
Setelah permintaan uang kamu berhasil terkirim, kamu hanya perlu mengatakan, “Tagihannya udah gue bayar dan nanti gue Split Bill ya.”
Keuntungan tambahan, kamu bisa mengecek apakah semua teman-teman sudah membayar tagihan melalui menu Permintaan di In & Out.
Jika temanmu belum mentransfer, kamu tinggal mengirimkan reminder lagi lewat menu Permintaan juga.
Tanpa banyak chat dan drama gak penting, tagihan kamu akan terkirim ke Jenius temanmu. Uang kembali, pertemanan tetap terjaga!
Belum punya Jenius dan belum pernah mencoba fitur Split Bill? Download dan aktivasi Jenius sekarang supaya hari-harimu terhindar dari bocor halus.
Artikel ini memuat informasi umum sebagai referensi dan edukasi. Dapatkan informasi terbaru seputar produk dan layanan Jenius di laman produk dan layanan terkait.