Bagikan
Highlight Cover
Money Talks

Sudah Berusia 30 Tahunan? Lihat Financial Checklist Ini

31 August 2020  |  Penulis: Claudia Von Nasution

Semua orang sebaiknya mempunyai financial checklist dalam hidupnya. Karena selayaknya peta, financial checklist dapat membantumu memastikan posisimu saat ini dan apa tujuan yang ingin kamu capai, sehingga kamu bisa membuat strategi untuk mulai merealisasikannya.

Pada artikel "Financial Checklist untuk Kamu yang Berusia 20 Tahunan", Jenius sudah bantu memberikan inspirasi, apa saja tujuan-tujuan keuangan yang dapat teman Jenius tentukan untuk dicapai sejak mulai bekerja dan berpenghasilan.

Nah kali ini, untuk teman Jenius yang sudah memasuki usia kepala 3, ada daftar baru yang bisa dijadikan referensi tambahan. Berikut adalah 9 financial checklist untuk kamu yang berusia 30 tahunan.

Financial Checklist #1: Miliki Dana Darurat 6 Kali Pengeluaran

Dana darurat minimal adalah 3 kali pengeluaran—jika kamu single. Nah, kalau kamu masih single tapi sudah mulai menginjak usia 30 tahunan, ada baiknya bila kamu level up dana daruratmu menjadi minimal 6 kali pengeluaran.

Semakin dewasa, biasanya semakin banyak pula tanggungan dan kewajiban. Hal-hal yang darurat pun biasanya meningkat secara nominal. Sehingga ada baiknya bila dana daruratmu pun ditambah.

Tambahan dana darurat gak cuma membuatmu siap menghadapi kondisi darurat, tapi juga memberikan rasa aman dan nyaman, serta ketenangan batin dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Persiapkan Keuangan untuk Kejadian Terburuk

Financial Checklist #2: Punya Tabungan Setahun Pemasukan

Kamu pernah dengar pertanyaan yang bernada seperti “Sudah bertahun-tahun kerja, sudah punya apa saja?” belum?

Mungkin banyak orang yang mengira pertanyaan tersebut sarat kekepoan ya. Tapi coba ubah sedikit persepsinya dan lihat pertanyaan tersebut secara netral.

Merencanakan keuangan gak sekadar membuat budget bulanan, tapi juga "budget" yang diproyeksikan untuk satu, lima, sepuluh, hingga dua puluh tahun ke depan.

Tabungan ini masuk kategori “bagus kalau punya”. Bukan untuk kondisi darurat—karena harusnya sudah punya dana darurat—tapi untuk tujuan lain dalam kehidupan yang ingin kamu capai. Dengan karier yang semakin matang, biasanya ada ruang lebih dari penghasilanmu yang bisa dimanfaatkan untuk menabung lebih dari biasanya.

Nantinya, tabungan ini bisa menjadi bekal bila sewaktu-waktu kamu mau berinvestasi di bisnis, properti, maupun dalam bentuk lainnya.

Financial Checklist #3: Cari Peluang Mendapatkan Penghasilan Tambahan

Kalau di usia 20-an kamu sudah mencurahkan 100% konsentrasimu pada pekerjaan dan karier, pada usia 30-an adalah saat yang pas untuk kamu mengeksplor peluang-peluang lain.

Apakah kamu sempat punya cita-cita berbisnis? Atau melakukan hal lain yang sesuai passion, tapi mungkin belum tersalurkan secara maksimal lewat pekerjaan utamamu?

Sebaiknya jangan ditunda lagi. Dengan pengalaman kerjamu yang sudah (hampir) 10 tahunan, rasanya kamu bisa memulai hal baru di samping pekerjaan utamamu. Karena modal pengalaman bekerja berupa etos kerja, pembagian waktu, serta networking yang sudah ada harusnya sudah cukup untuk menjadi pondasi kamu melakukan hal baru yang bisa membawamu memiliki karier kedua serta pendapatan ekstra.

Baca juga: Bangun Potensi Bisnismu dengan Inovasi Akun Bisnis dan Bisniskit

Financial Checklist #4: Miliki/Lunasi Properti Pertama

Kalau di usia 20 tahunan kamu sudah konsisten mengumpulkan DP properti pertama, sekarang saat yang tepat untuk mencairkan Dream Saver yang sudah tercapai!

Pilihlah properti yang paling tepat dengan profilmu—mulai dari sisi lokasi, jarak tempuh ke tempat kerja, hingga jenis properti (misalnya rumah atau apartemen). Mulailah cicilan KPR-mu sedini mungkin, dengan tetap mempertimbangkan rasio cicilan yang sehat sesuai kondisi keuanganmu.

Oh ya, jangan ragu untuk lunasi KPR properti pertamamu bila dalam rentang usia 30-39 tahun, kariermu terus meningkat dan kamu terus mengalami kenaikan pendapatan. Siapa tau setelahnya kamu bisa mulai hunting properti berikutnya untuk mengakumulasi kekayaan!

Baca juga: Siapkan Uang Muka Properti Pertama Mulai Sekarang

Financial Checklist #5: Upgrade Asuransi Kesehatan

Risiko kesehatan meningkat seiring bertambahnya usia. Untuk itu, kamu yang berusia 35 tahun ke atas biasanya disarankan untuk rutin melakukan medical checkup minimal setahun sekali.

Kalau sudah begitu, asuransi kesehatan yang mumpuni sangatlah penting. Lihatlah asuransi kesehatan yang kamu miliki saat ini—evaluasi premi dan nilai pertanggungannya. Di saat yang bersamaan, lakukan komparasi terhadap hasil medical checkup terkini.

Jika ada risiko kesehatan yang lebih besar akibat gaya hidup atau riwayat kesehatan keluarga, ada baiknya kamu meng-upgrade asuransi kesehatan yang sudah ada. Kamu bisa melengkapi asuransi kesehatanmu dengan rider (asuransi tambahan) berupa asuransi penyakit kritis, asuransi cacat tetap total, dan lainnya.

Financial Checklist #6: Mulai Pertimbangkan Asuransi Jiwa

Selain asuransi kesehatan, asuransi jiwa juga perlu dipertimbangkan, apabila kamu yang pada usia 30 tahun punya tanggungan—baik orangtua maupun istri dan anak.

Luangkanlah waktu untuk mempelajari bedanya asuransi jiwa term life dan whole life. Dari situ, kamu bisa lebih bijak menentukan, asuransi jiwa mana—dari sisi premi maupun pertanggungan—yang lebih pas dengan kondisi keuangan dan kebutuhan keluargamu kelak.

Financial Checklist #7: Siapkan Dana Perjalanan Religi

Apakah kamu punya cita-cita melakukan perjalanan religi—baik sendiri, bersama pasangan, maupun orangtua?

Pada usia 30 tahunan, gak ada salahnya bila kamu mau mulai menyiapkan dana perjalanan religi. Untuk perjalanan yang pendek, kamu bisa mengumpulkan dananya dalam waktu 1-3 tahunan menggunakan Dream Saver dari Jenius.

Sementara untuk perjalanan panjang hingga sebulan seperti haji, kamu bisa menyiapkannya selama 5-10 tahun sambil menunggu giliran keberangkatanmu tiba.

Financial Checklist #8: Cek Kembali Perhitungan Dana Pensiun

Jika pada usia 20-an kamu sudah mulai berinvestasi untuk dana pensiun, sekarang saatnya kamu menghitung kembali. Apakah targetnya (perhitungan kebutuhan saat pensiun) masih sama? Apakah investasi yang sudah berjalan sudah sesuai target?

Bila jawaban keduanya adalah tidak, inilah saatnya untuk menyesuaikan budget investasi dan mungkin mengubah instrumen investasi yang digunakan. Pada usia 30 tahunan, masih ada ruang yang cukup besar untukmu menempatkan dana lebih besar di instrumen yang lebih agresif dengan target imbal balik yang lebih tinggi pula.

Baca juga: Hitung Perkiraan Dana Pensiun Kamu dengan The 4% Rule

Financial Checklist #9: Mulai Memperhatikan Portofolio Aset

Menjelang usia 40 tahun, sebaiknya kamu sudah mulai memperhatikan portofolio aset. Buat daftar yang berisi informasi di mana saja kamu menempatkan dana.

Beberapa contoh portofolio: tabungan, deposito, reksa dana, saham, obligasi, emas, bisnis, dan properti. Mulailah mempertimbangkan, portofolio mana yang ingin kamu kembangkan lagi ke depannya sesuai dengan profil investasimu. Agar perencana akumulasi kekayaanmu bisa lebih baik dan terarah.

Baca juga: Cara Menghitung Nilai Kekayaan Bersih

Pada dasarnya, seiring bertambahnya usia, akan ada keperluan yang bertambah pula. Untuk itu, banyak checklist yang disebutkan merupakan versi level up dari poin-poin yang sudah disebutkan sebagai rekomendasi untuk kamu yang berusia 20 tahunan.

Financial Checklist 30 Tahunan

Dari 9 poin financial checklist yang Jenius sebutkan kali ini, mana yang sudah kamu masukkan dalam checklist pribadimu? Jangan ragu untuk mengevaluasi dan mengutak-atik checklist kamu secara berkala ya. Siapa tau bila semua sudah tercontreng, kamu bisa menambahkan checklist baru lagi.

Belum punya Jenius untuk membantumu mencontreng lebih banyak financial checklist? Download dan aktivasi sekarang.


Bagikan