Bagikan
Highlight Cover
Bisnis

7 Pertanyaan yang Harus Dijawab Pemilik Bisnis Saat Pandemi

31 May 2020  |  Penulis: jenius

Sudah tiga bulan sejak kasus pertama COVID-19 muncul di Indonesia. Artinya, sudah berbulan-bulan pula semua bisnis menghadapi dampak dari kelumpuhan aktivitasnya. Untuk itu, siasat dan tindakan cepat dari para pemilik bisnis sangat diperlukan untuk menyelamatkan usaha masing-masing.

Gak ada pemilik bisnis yang siap menghadapi pandemi. Sehingga banyak pebisnis yang masih gak tahu, tindakan seperti apa sih yang harus mereka ambil? Berpikir sebelum bertindak merupakan cara terbaik buat jadi seorang pemenang. Sebagai pemilik bisnis, kamu perlu tau dulu nih, hal apa saja yang harus diperhatikan agar bisnismu bisa bertahan selama pandemi masih terjadi.

Ada 7 pertanyaan yang sudah Jenius rangkum dari Co.Create Online Class: Managing Cashflow for SME/s During Pandemic. Pertanyaan-pertanyaan berikut muncul dari materi yang dibagikan oleh Ria Sarwono (founder dan brand marketing director CottonInk) dan Ligwina Hananto (lead financial trainer QM Financial).

1. Bagaimana kondisi keuntungan dan kerugian bisnismu?

Jawaban untuk pertanyaan ini gak berhenti pada penyimpulan untung atau rugi. Kamu perlu tau secara rinci angka kerugian usahamu selama pandemi, atau keuntungan yang masih bisa dihasilkan.

Dalam menghadapi kondisi gak pasti akibat virus corona, usahakan jangan terlalu terpaku dan terus mengejar angka keuntungan jika sebenarnya bisnismu stuck. Buat sementara waktu, kamu perlu mengubah mindset usahamu dari growth menjadi defend.

Baca juga: 5 Strategi Bisnis Ria Sarwono dan CottonInk Menghadapi Pandemi

2. Bagaimana kondisi dana darurat bisnismu?

Saat mengecek dana darurat bisnismu, perlu diperhitungkan juga berapa lama dana tersebut bisa menopang bisnis. Satu bulan? Tiga bulan? Atau bisa sampai enam bulan? Lama waktu bertahan inilah yang jadi acuanmu mengambil keputusan untuk mempertahankan, mengakhiri, bahkan mengubah produk bisnismu.

Baca juga: Mengantisipasi Pengeluaran Tak Terduga dalam Bisnis

3. Apakah bisnismu punya aset lancar?

Luangkan waktu untuk membuat inventaris semua aset milik bisnismu. Dengan begitu kamu bisa memastikan nilai aset lancar yang bisnismu miliki. Aset lancar bisa berupa kas, piutang usaha, wesel tagih, persediaan, perlengkapan, investasi jangka pendek, beban biaya dibayar di muka, dan penghasilan.

Ini menjadi penting karena aset lancar dapat memberikan perputaran dana pada bisnismu agar bisa bertahan. Jika aset lancar gak bisa menutup biaya produksi atau utang yang harus dilunasi, coba cek aset tetap, aset tidak berwujud, atau investasi jangka panjang. Pikirkan aset mana yang harus dikorbankan duluan.

4. Apakah keadaan keuangan karyawanmu baik-baik saja?

Tanggung jawab sebagai pemilik bisnis sangat diharapkan karyawanmu dalam situasi ini. Sebisa mungkin, utarakan semua hal yang berkaitan dengan karyawan dan kondisi bisnismu secara transparan ya. Apabila keuangan bisnismu gak dapat mencukupi pembayaran gaji mereka, sampaikan dan berikan karyawanmu solusi yang pasti.

Jika pengambilan keputusan sulit dilakukan, libatkan karyawan untuk memilih beberapa opsi terbaikmu. Walau pilihannya berat, keputusan tersebut bisa jadi langkah terbaik untuk bisnismu dan karyawanmu di situasi pandemi seperti sekarang.

5. Bagaimana produkmu bisa menjawab keinginan pasar saat ini?

Pertama-tama, cek apakah produk dan jasa yang bisnismu tawarkan saat ini masih penting untuk konsumen. Kalau gak, mulai pikirkan hal-hal yang menjadi keperluan banyak orang saat ini.

Coba eksplor dan buat inovasi produk agar bisnismu bisa menjawab keinginan dan keperluan pasar. Ketika bisnismu bisa memasuki tahap ini, mindset-mu bisa dikembalikan lagi dari defend jadi growth.

Buat kamu dengan produk bisnis yang sulit dijual saat ini, jangan memaksakan penjualan. Cobalah peruntungan lain di bisnismu mungkin bisa jadi langkah tepat. Seperti bisnis F&B yang menghadirkan frozen food atau bisnis fashion dengan koleksi pakaian rumah yang nyaman.

6. Bagaimana cara pelanggan bisa membeli produkmu?

PSBB membatasi aktivitas, menjadikan belanja online solusi utama pemenuhan kebutuhan. Kalau sebelumnya bisnismu bersifat offline, mulai coba ubah dan kembangkan bisnis online-mu dari sekarang deh.

Selain itu, direct selling pada saat ini juga bisa mendorong peningkatan penjualanmu. Salah satu contoh direct selling mudah adalah melalui message broadcast yang dikirimkan lewat aplikasi chat ke pelanggan dan kerabatmu.

Beritahu mereka bahwa bisnismu masih ada dan bisa dijangkau melalui channel apa saja. Cara ini bisa membuat pesebaran informasi produk bisnismu jadi cepat meluas.

7. Apa langkah yang harus diambil saat bisnismu harus tutup?

Sebagai pemilik bisnis, kamu harus selalu bersiap untuk beragam risiko yang bakal terjadi selama berbisnis. Salah satu risiko terburuk adalah bangkrut dan bisnismu harus tutup. Saat ini, pahami bahwa gagal dalam bisnis bukan berarti gagal meraih kesuksesan hidup.

Sebelum mengambil keputusan untuk menutup bisnis, pastikan kamu menyelesaikan urusan bisnismu. Mulai dari permasalahan dengan pihak internal atau dari eksternal bisnismu. Biarkan hubungan baikmu tetap terjaga dengan mereka.

Setelah tenang, mulai pikirkan hal-hal positif yang bisa kamu ambil dari kegagalan bisnismu. Persiapkan rencana barumu dengan terus coba perdalam pengetahuan seputar bisnis lewat situs belajar online. Sambil menyusun strategi baru, kamu juga bisa menabung modal untuk usaha berikutnya.

Baca juga: 4 Langkah Mengumpulkan Modal Bisnis Walaupun Penghasilan Pas-Pasan

Setelah 7 pertanyaan di atas terjawab semua, sekarang kamu bisa mulai mengambil tindakan dan langkah tepat untuk bisnismu.

Masa pandemi memang berhasil menghambat berbagai aktivitas bisnismu. Tapi pikiran dan tindakanmu sebagai pemilik bisnis harus terus aktif, ya. Supaya bisnismu bisa menemukan jalan terbaik dalam menghadapi situasi ini.

Mau temukan kemudahan dalam mengelola keuangan bisnis hanya lewat smartphone? Buat akun bisnismu sekarang. (Mayasti Nastiti)


Bagikan
Image
Image
Image
Image
Image
Image
Image

Get Help

Chat Image

Connect with Jenius