Cara SMART Bikin Resolusi Keuangan

Cerita Jenius
writter Fifi Nurfitrianti

Kegiatan menyusun resolusi—terutama resolusi keuangan—selalu menambah semangat dalam mencari “pundi-pundi emas”. Apalagi kalau semua resolusi sudah tercapai, rasanya puas banget karena semua kerja keras seakan terbayar tuntas.

Tetapi, pernah gak sih kamu dibuat pusing karena banyak tujuan keuangan yang mandek dan gak tercapai? Kalau sudah begini, banyak orang akhirnya putus asa dan merasa gak ada gunanya membuat resolusi.

Studi dari U.S News & World Report menunjukkan bahwa tingkat kegagalan untuk resolusi tahun baru mencapai 80% dan sebagian besarnya bahkan kehilangan semangat pada pertengahan Februari. Alasannya bermacam-macam, mulai dari ekspektasi yang terlalu tinggi, kurangnya motivasi, hingga kesadaran bahwa tujuan yang dibuat gak realistis.

Ada banyak bentuk resolusi keuangan—beli rumah, beli mobil, lanjut studi S-2, atau sekadar traveling ke pulau seberang. Untuk memastikan resolusi keuanganmu tercapai, kamu bisa menggunakan metode SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Time-Bound) saat bikin resolusi keuangan.

Simak yuk bagaimana cara Jenius menerapkan metode SMART, biar resolusi keuangan berhasil diraih!

Specific: Bikin resolusi yang spesifik

Saat bikin resolusi keuangan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat tujuan keuangan sespesifik dan sedetail mungkin. Soalnya, sulit lho mencapai sesuatu yang kamu sendiri gak tau persis—misalnya—bentuk dan ukurannya seperti apa.

Untuk membuat resolusi yang spesifik, kamu bisa menjawab minimal tiga pertanyaan dasar 5W (what, who, where, which, why) mengenai resolusimu:

  1. What: Apa yang kamu inginkan?
  2. Why: Mengapa kamu ingin mencapainya?
  3. Who: Siapa saja yang terlibat dalam tujuan ini?
  4. Where: Di mana lokasi dari tujuan yang ingin diraih?
  5. Which: Apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapainya?

Jadi, saat bikin resolusi, jangan cuma tulis “pengin beli rumah” ya. Lebih baik kamu tulis: Pengin beli rumah dua lantai di kota X untuk ditinggali bersama pasangan setelah menikah.

Baca juga: Siapkan Uang Muka Properti Pertama Mulai Sekarang

Measurable: Pastikan resolusi bisa diukur

Satu hal yang harus ada saat menyusun resolusi adalah: angka. Angka di sini bisa berupa target dana yang ingin dicapai atau satuan lainnya. Mengapa angka? Sederhananya, karena angka bisa membuat resolusimu terukur.

Nah, biar terukur, kamu bisa membuat tujuanmu seperti: Membeli laptop baru seharga Rp15 juta pada akhir tahun untuk menggantikan laptop yang sudah mulai lemot.

Detailnya:

  • target nominal: Rp15 juta,
  • target waktu: 12 bulan,
  • autodebit Dream Saver: Rp1,25 juta per bulan.

Ini adalah contoh tujuan keuangan dengan target yang measurable. Tujuan keuangan ini bisa kamu track progresnya dengan melihat Total Tabungan di halaman Dream Saver. Jadi, bisa selalu dipantau apakah laptop bisa dibeli sesuai target?

Dengan target yang measurable, kamu bisa dengan mudahnya melihat di titik mana kamu sekarang berada dan menghitung perkembangan terkini. Dan kalau bisa lihat progres, pasti bisa bikin tetap bersemangat untuk mencapainya!

Achievable: Jangan bikin resolusi yang terlalu sulit

Saat membuat resolusi keuangan, kamu harus tau apakah tujuanmu dapat diwujudkan atau terlalu sulit dicapai. Karena, satu hal yang mungkin menjadi masalah banyak orang dalam mencapai goals-nya adalah ekspektasi yang terlalu tinggi.

Memang benar ada pepatah yang menganjurkan untuk bermimpi setinggi-tingginya. Tetapi, mimpi dan resolusi gak bisa disamakan 100%. Mimpi boleh tinggi, tapi resolusi harus nyata. Karena resolusi adalah action plan atau rencana matang dari sebuah mimpi.

Biar tambah pasti untuk diraih, coba bagi pencapaian targetmu berdasarkan periode tertentu. Misalnya, kamu ingin punya Rp50 juta dalam dua tahun untuk DP mobil. Kalau dilihat sekilas, rasanya jumlah ini sangat besar dan mustahil dicapai hanya dengan 1-2 kali menabung ya.

Untuk itu, cobalah membaginya ke “porsi” yang lebih kecil.

12 bulan x 2 tahun = 24 bulan

Rp50.000.000 ÷ 24 bulan = Rp2.083.333/bulan

Sekarang, Rp50 juta yang ditargetkan terasa achievable, kan?

Ini baru hitungan dasar menabung ya. Kalau kamu menaruhnya di instrumen investasi seperti reksa dana, return yang kamu dapatkan bisa jadi tambahan untuk mencapai tujuan lebih cepat.

Baca juga: Kenapa Sih Harus Berinvestasi? Ini 6 Alasannya

Realistic: Pilih resolusi yang realistis dan relevan

Bikin resolusi keuangan memang gak bisa sembarangan dan mengada-ngada. Tujuan keuangan yang masuk daftar resolusi juga harus realistis, sesuai kemampuan.

Coba Jenius kasih ilustrasi ya. Ada yang pengin punya Rp50 juta dalam 3 bulan, padahal penghasilan bersihnya sebesar Rp4 juta per bulan—tanpa pekerjaan tambahan. Apakah itu mungkin? Rasanya mustahil ya, kecuali dapat uang kaget 😅

Oh ya, selain realistis, resolusi keuangan juga harus relevan dengan kehidupanmu. Cek dengan menjawab pertanyaan berikut: apakah resolusi awal tahun masih relevan dengan profesi, tujuan hidup, atau jumlah tanggunganmu hari ini?

Baca juga: Cara Mendapatkan Passive Income untuk Menambah Penghasilan

Time-Bound: Beri batas waktu yang jelas

Langkah terakhir saat bikin resolusi adalah beri batas waktu untuk mencapai masing-masing target keuangan. Batas waktu diperlukan biar kamu konsisten dalam mempersiapkan dana yang dibutuhkan secara perlahan, sesuai kemampuan.

Karena resolusi bisa terus berkembang, punya batas waktu juga bisa membuatmu lebih fokus dalam mencapai banyak tujuan. Misalnya, kalau kamu telah berhasil mencapai tujuan A dalam periode setahun, kamu bisa langsung mulai tujuan B tanpa banyak waktu terbuang. Jadi, gak ada lagi “kapan-kapan” dalam mencapai resolusi keuanganmu deh!

Tips dari Jenius, kamu harus punya skala prioritas dari resolusi-resolusi yang kamu susun. Prioritaskan yang penting dan dibutuhkan segera, biar gak ketunda-tunda.

Atau, untuk resolusi yang membutuhkan cukup banyak dana, kamu bisa membuat batas waktu yang lebih singkat dan bertahap. Cara ini bisa membuatmu mencapai target-target kecil secara bertahap, untuk mendapatkan target akhir yang istimewa.

Baca juga: 6 Toxic Money Habit yang Harus Disadari untuk Keuangan Lebih Sehat

Sama seperti doa yang harus jelas dan detail, dengan menggunakan metode SMART saat bikin resolusi keuangan, maka kamu bisa lebih mantap dan siap dalam menggapai target yang kamu inginkan. Tujuan yang jelas—baik dari target, jumlah yang harus ditabung, serta batas waktu adalah bentuk disiplin dari dan untuk dirimu sendiri.

Biar makin jauh dari ambang kegagalan, gunakanlah fitur Dream Saver dari Jenius yang didesain untuk mencapai target keuangan dengan metode SMART.

Dengan Dream Saver, kamu bisa mengatur tabunganmu sendiri dengan:

  • memberi nama tujuan keuangan yang spesifik,
  • menentukan angka target uang yang dibutuhkan,
  • mengukur jangka waktu menabung, hingga
  • mengatur deadline tabungan dan setoran harian/mingguan/bulanannya.

Punya beberapa resolusi keuangan sekaligus? Kamu juga bisa buat hingga 5 Dream Saver lho! Dan semuanya bisa kamu mulai serta lacak progresnya lewat aplikasi Jenius.

Mau punya resolusi keuangan yang SMART?


Artikel lainnya