Apa Itu Phishing, Smishing, dan Vhishing?

writter Fifi Nurfitrianti

Salah satu upaya agar terhindar dari penipuan online adalah dengan memperkaya diri akan informasi seputar hal-hal yang perlu kita lakukan untuk meningkatkan keamanan data pribadi, sehingga kita bisa terhindar dari tindak penipuan tersebut.

Hal lainnya yang perlu kita ketahui adalah bentuk-bentuk penipuan yang ada saat ini. Mungkin banyak istilah yang gak familiar di telinga kita walaupun modus kejahatannya sendiri pernah kita dengar atau baca di media. Belum lagi istilah-istilah tersebut terus berkembang seiring dengan kemunculan berbagai bentuk penipuan online. Contohnya istilah phishing, smishing, dan vhishing.

Baca juga: Pahami 5 Hal Berikut untuk Meningkatkan Keamanan Jenius Kamu

Phishing

Phishing adalah upaya penipuan untuk mendapatkan informasi atau data sensitif, seperti nama lengkap, password, dan informasi kartu kredit/debit, dan lainnya, melalui media elektronik dengan menyamar sebagai sosok/pihak yang dapat dipercaya.

Phishing paling banyak ditemukan dalam bentuk e-mail. Pelaku akan mengirimkan e-mail yang mengatasnamakan pihak tertentu dan memancing korban untuk mengeklik link yang tercantum di dalam e-mail. Isi e-mail pun biasanya mengandung desakan, misalnya rekening yang akan diblokir, keamanan akun yang terancam sehingga harus segera memperbarui password, hadiah yang akan hangus kalau tidak diklaim, dan masih banyak lagi. Semua untuk mendorong korban bertindak sesuai dengan yang pelaku harapkan.

Link yang tercantum dalam e-mail pun bisa berupa tautan yang mengarahkan korban untuk masuk ke website buatan pelaku dan memberikan data pribadi korban di sana atau tautan yang berisi malware sehingga perangkat elektronik korban bisa dikendalikan pelaku.

Smishing

Smishing adalah penipuan phishing melalui pesan elektronik/SMS, atau disebut juga SMS phishing. Dengan mengetahui nomor handphone kamu, pelaku bisa mengirimkan pesan/SMS mengatasnamakan pihak terpercaya yang bertujuan untuk mengelabui kamu supaya mengeklik link berbahaya berisi malware atau mengarahkanmu ke website buatan pelaku. Dibanding e-mail, pesan dalam bentuk SMS di smartphone terasa lebih personal sehingga membuat korban kurang waspada.

Vhishing

Voice phishing atau vhishing adalah bentuk penipuan melalui telepon. Penipu menggunakan social engineering melalui telepon untuk mendapatkan akses ke informasi dan keuangan pribadi kamu. Sama seperti phishing dan smishing, korban akan diiming-imingi hadiah atau menerima desakan untuk memberikan data pribadi kalau gak mau hal yang gak diharapkan terjadi.

Kabar baiknya adalah sebenarnya sangat mudah untuk melindungi dirimu dari penipuan phishing, smishing, atau pun vhishing. Yang perlu kamu lakukan adalah... TIDAK melakukan apa pun. Tindak penipuan ini akan berhasil kalau kamu terpancing dan melakukan hal yang diharapkan pelaku. Karena itu, jangan klik link atau melakukan apa pun yang disuruh pelaku.

Walaupun begitu, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui supaya kamu bisa melindungi dirimu dari 3 penipuan tersebut:

  1. Jaga informasi pribadimu dan jangan berikan ke siapa pun.
  2. Jangan membuka e-mail atau SMS dari pengirim yang mencurigakan apalagi mengeklik link yang ada di dalamnya.
  3. Gunakan e-mail yang berbeda untuk keperluan yang berbeda-beda. Buat e-mail terpisah untuk kebutuhan perbankan dan jangan informasikan alamat e-mail ini ke siapa pun. Berbeda dengan e-mail untuk pekerjaan atau pribadi yang tentunya perlu diketahui teman atau rekan kerjamu.
  4. Miliki dua nomor handphone berbeda untuk urusan pribadi dan pekerjaan. Kalau hal ini gak memungkinkan untuk dilakukan, jaga baik-baik nomor handphone kamu dan jangan tampilkan di media yang bisa dilihat banyak orang yang gak kamu kenal, misalnya di profil media sosial.
  5. Hindari menggunakan Wi-Fi publik untuk keperluan pribadi dan rahasia seperti melakukan transaksi atau mengakses aplikasi perbankan.
  6. Jangan menyimpan informasi kartu di situs e-Commerce. Lakukan transaksi dengan Jenius Pay atau virtual account.
  7. Perlu kamu ketahui, institusi perbankan atau merchant gak akan meminta kamu untuk meng-update informasi melalui link yang tercantum di pesan teks/SMS. Jadi, kamu patut curiga kalau menerima SMS seperti itu.
  8. Penipu selalu berhasil melakukan tindak kejahatan mereka saat kamu lengah, misalnya ketika sedang sibuk dengan pekerjaan sehingga perhatianmu teralih dan gak merasa curiga. Untuk ini, jangan sungkan untuk memutuskan sambungan telepon atau meminta untuk dihubungi kembali ketika kamu memiliki waktu luang. Apabila penelepon menakut-nakuti dengan ancaman rekening yang akan diblokir, kamu patut curiga. Perlu diketahui bahwa Jenius gak akan memblokir rekening kamu begitu saja tanpa proses tertentu secara lebih bertahap.
  9. Pihak Jenius dilarang meminta data-data pribadi seperti password, PIN, kode CVV, nomor Kartu Debit Jenius hingga kode OTP. Karena itu, apabila menerima telepon yang mengatasnamakan Jenius dan meminta data-data tersebut, segera laporkan ke call center Jenius Help di 1500 365 untuk ditindaklanjuti ya.

Baca juga: 8 Cara Proteksi Akun Jenius Kamu

Jenius selalu memastikan keamanan data setiap penggunanya. Walaupun begitu, ada hal-hal gak diharapkan yang mungkin terjadi dan berada di luar ranah Jenius. Misalnya, kebocoran data pada website lain yang mana data tersebut adalah data yang sama dengan yang kamu pakai untuk akun Jenius kamu. Ini tentunya akan memudahkan pihak gak bertanggung jawab untuk menjadikanmu sasaran tindak kejahatan.

Karena itu, pastikan untuk selalu membuat e-mail, password, atau PIN yang berbeda untuk setiap keperluan. Mungkin hal ini terasa merepotkan, tapi kamu jadi punya keamanan yang berlapis.

Baca juga: Tips Membuat Password dan PIN yang Aman

Untuk mengetahui informasi lainnya, Jenius juga menyediakan pusat informasi tentang keamanan dalam beraktivitas perbankan bagi teman Jenius yang bisa diakses di halaman berikut. Dengan tau lebih banyak, kamu akan jadi lebih peka dan waspada terhadap kemungkinan kejadian yang gak diharapkan.

Artikel lainnya