5 Langkah Menyisihkan Dana Darurat untuk PCR

writter Al Dhella Wulandhari

Semua orang takut tertular virus corona. Bagi sebagian orang, alasannya gak cuma soal belum adanya obat untuk pasien COVID-19, tapi juga karena biayanya yang gak murah! Biaya tes PCR, masker, vitamin, isolasi di rumah sakit, dan lainnya bisa menembus puluhan juta rupiah. Tanpa dana darurat, bisa dipastikan cash flow akan terganggu.

Salah satu komponen biaya yang terasa berat adalah biaya swab test PCR—tes pemeriksaan virus corona COVID-19. Tes PCR (Polymerase Chain Reaction) memang lebih mahal daripada tes rapid, antigen, maupun serologi, tapi PCR lebih akurat karena pengambilan uji sampel berlokasi di tenggorokan atau hidung yang merupakan tempat virus menempel saat masuk ke tubuh.

Swab test PCR perlu dilakukan bagi kamu yang merasa bergejala dan cocok diambil secara berkala untuk kamu bekerja di luar rumah, mempunyai risiko terpapar, maupun ingin memastikan diri sehat dan gak tertular virus corona.

Pada masa-masa seperti ini, dana darurat tambahan khusus untuk hal-hal yang berhubungan dengan pandemi COVID-19 rasanya perlu disiapkan. Simak 5 langkah menyiapkan dana darurat untuk biaya PCR berikut ini.

Cek Kebutuhan Swab Test PCR Kamu

Coba cek berapa frekuensi swab test PCR yang perlu kamu lakukan dalam jangka waktu tertentu. Teman Jenius yang bekerja di klinik dan punya risiko terpapar lebih tinggi mungkin perlu swab test minimal 2 minggu sekali, sementara kamu yang rutin ke kantor dan bermobilitas tinggi mungkin perlu tes sekali setiap bulan.

Teman Jenius yang masih bisa di rumah saja dan bekerja secara remote, mungkin belum perlu PCR secara rutin. Namun gak ada salahnya untuk tetap membuat perkiraan untuk jaga-jaga. Cek sesuai kebutuhan pribadi maupun pekerjaanmu masing-masing, karena kebutuhan tiap orang berbeda.

Baca juga: 6 Tindakan Preventif untuk Mewaspadai Coronavirus

Rajin Riset Tempat Tes PCR yang Sesuai Budget dan Lokasimu

Rajin-rajin riset dan cek fasilitas kesehatan terdekat—klinik, rumah sakit, maupun laboratorium—supaya update penawaran terbaik yang bisa kamu dapatkan. Seperti sebuah grup rumah sakit yang memberi harga Rp790 ribu, khusus swab test PCR yang dilakukan pada pukul 10.30 dengan waktu tunggu hasil 3 hari kerja.

Menurut surat edaran Kemenkes RI, batas maksimal harga PCR yang ditetapkan adalah Rp900 ribu. Kamu bisa menjadikan ini patokan untuk menghitung budget. Bila kamu menemukan harga yang lebih tinggi, biasanya ada kelebihan layanan yang diberikan, seperti hasil tes yang lebih cepat, layanan drive thru atau home service, dan lainnya. Pilihlah tempat tes PCR yang sesuai budget dan kebutuhan layanan.

Tentukan Jumlah Dana yang Perlu Disisihkan

Sebagai antisipasi, alangkah baiknya bila kamu mempersiapkan paling sedikit biaya 3 kali tes PCR. Angka ini merupakan kebutuhan minimal, karena bila hasil tes pertama positif, perlu dilakukan tes minimal 2 kali lagi untuk memastikan sudah berubah negatif.

Sehingga, biaya minimal yang perlu disiapkan adalah Rp2,7 juta untuk swab test PCR pribadi. Kalau memiliki tanggungan—misalnya orang tua, saudara, istri, anak—kalikanlah Rp2,7 juta dengan jumlah anggota keluarga yang perlu dibiayai.

Sebenarnya, layanan PCR secara gratis dapat kamu ambil di puskesmas terdekat dari tempat tinggalmu. Namun, ada sejumlah syarat sebelum kamu didaftarkan untuk tes, seperti memiliki gejala demam atau gangguan pernapasan serta punya riwayat kontak dengan pasien positif COVID-19.

Baca juga: Persiapkan Keuangan untuk Kejadian Terburuk

Manfaatkan Budget yang Gak Terpakai Selama Pandemi

Saat pandemi, pola konsumsi dan spending berubah. Coba cek cash flow kamu, apakah ada budget yang gak terpakai atau bisa dialihfungsikan untuk sementara? Misalnya budget iuran parkir kendaraan di kantor, budget transportasi, hingga budget untuk traveling. Dari sini, kamu dapat mengalokasikan budget dari pos-pos yang gak terpakai menjadi dana darurat khusus.

Sebagai contoh, bila budget traveling kamu Rp1 juta per bulan, dalam 3 bulan kamu sudah bisa mengumpulkan budget PCR untuk dirimu sendiri. Jangan lupa, pisahkan budget tersebut dari Saldo Aktif ya. Sebagai alternatif, kamu bisa simpan di Flexi Saver agar dana darurat tersebut gak tercampur dengan dana operasional sehari-hari, tapi tetap bisa kamu tarik kapan pun dibutuhkan.

Baca juga: 3 Flexi Saver untuk Memenuhi Kebutuhanmu

Cari Pemasukan Tambahan

Kebutuhan dana darurat khususmu sangat besar dan sulit untuk menyisihkan dari gaji utama? Bekerja sampingan saat weekend bisa jadi jalan ninjamu. Kamu bisa mengisi pelatihan, open pre-order makanan, jual-beli tanaman, hingga menyediakan jasa titip. Kamu juga bisa bergabung ke bidang bisnis yang sedang berpeluang dengan menjadi salesperson, reseller, atau dropshipper.

Gak punya waktu luang untuk melakukan side jobs? Mungkin kamu bisa cek bila ada barang atau koleksi pribadi yang bisa kamu jual kembali, seperti action figure, tas, baju, hingga sepatu yang sudah gak terpakai. Kamu bisa jual di akun sosial media maupun di platform khusus jual-beli barang preloved/secondhand.

Dengan mencari pemasukan tambahan, budget kamu untuk kebutuhan primer akan tetap aman dan gak perlu diutak-atik untuk memenuhi dana untuk PCR. Cash flow kamu pun gak akan terganggu deh.

Baca juga: 3 Pertanyaan Tentang Dana Darurat

Gak ada orang yang benar-benar aman dari risiko terpapar COVID-19. Sambil tetap ikhtiar menjalankan protokol kesehatan, gak ada ruginya bila kamu menyiapkan dana darurat untuk tes PCR dan perawatan dari sekarang. Supaya bila kejadian, kamu dan keluarga sudah gak perlu kelimpungan mencari dananya dan bisa fokus untuk penyembuhan.

Belum punya Jenius untuk menyimpan dana daruratmu? Download dan aktivasi sekarang.


Artikel lainnya