Disadari atau gak disadari, beberapa tahun belakangan ini persoalan kesetaraan gender semakin kuat dan sering dibahas baik di tayangan berita, hiburan, media cetak, dan lainnya.
Meskipun demikian, mengutip pidato yang dilakukan Emma Watson untuk PBB, “No country in the world can yet say they have achieved gender equality.“
Walaupun banyak yang mulai buka suara, hal ini tetap masih jadi perjuangan sejak dulu sampai sekarang.
Setiap perempuan memiliki kebebasan untuk belajar dan menuntut ilmu. Dimulai dengan membaca, dilanjutkan dengan lebih banyak kesempatan yang terbuka untuk perempuan.
Apa pun pilihan yang diambil, tanpa mengenal batasan gender.
Berikut adalah tiga wanita masa kini yang turut melakukan perjuangan yang sama bagi kaum perempuan dan mengekspresikannya dalam bentuk tulisan.
Sheryl Sandberg untuk wanita dan karier, Malala Yousafzai untuk pentingnya pendidikan bagi seluruh perempuan di dunia, dan Farah Dini Novita untuk wanita yang melek investasi.
Melalui bukunya, Sheryl Sandberg, Chief Operating Officer di Facebook sekaligus penyandang Fortune’s Magazine Most Powerful Women in Business, mengatakan bahwa sering kali wanita cenderung menurunkan ekspektasi akan apa yang dirinya mampu lakukan dalam pekerjaan, termasuk mengejar ambisi menjadi seorang pemimpin dalam perusahaan.
Pemimpin wanita cenderung kurang disukai dan dianggap bossy. Ini hanya satu dari banyak hal yang akhirnya membuat wanita menahan diri untuk berkembang dalam karier.
“Careers are a jungle gym, not a ladder.” Kutipan ini merupakan gambaran Sandberg tentang dunia kerja, bahwa sebetulnya untuk meraih posisi puncak dalam berkarier dibutuhkan keberanian dan kepercayaan diri untuk mencoba hal baru dan memanfaatkan peluang yang ada sebaik mungkin.
Sama seperti pria, wanita juga punya peluang yang sama. Jadi gak ada alasan untuk ragu lagi, bukan?
I Am Malala mengisahkan tentang kehidupan Malala Yousafzai, seorang perempuan peraih Nobel Perdamaian termuda di dunia yang berasal dari Pakistan.
Ia tumbuh dalam lingkungan yang begitu menjunjung anak laki-laki. Walaupun begitu, kedua orang tuanya sangat menyayangi Malala.
Tanpa menghiraukan larangan perempuan untuk bersekolah, ayahnya yang juga seorang pemilik sekolah, sangat mendukung Malala untuk menempuh pendidikan.
Hal itu jugalah yang membuat Malala nyaris kehilangan nyawa pada usia lima belas tahun ketika pasukan Taliban menembak kepalanya saat ia pulang sekolah.
Untungnya, Malala selamat dan ini membuatnya semakin gencar memperjuangkan apa yang ia yakini. Bahkan baru-baru ini ia ditunjuk oleh SekJen PBB Antonio Guterres sebagai UN Messenger of Peace untuk mempromosikan pendidikan bagi perempuan.
Banyak menggunakan ilustrasi dan analogi, buku kedua dari Farah Dini Novita ini mengulas solusi keuangan dan investasi tanpa terkesan menggurui.
Wanita mungkin selalu dipercaya untuk urusan mengatur keuangan sehari-hari, tapi ketika dihadapkan pada urusan investasi atau saham, masih banyak yang segan atau ragu-ragu untuk memulai.
Beberapa case study yang tertuang dalam buku ini berdasarkan pengalaman klien yang pernah ditangani oleh Dini.
Dengan bahasa percakapan yang ringan dan mudah diikuti, Dini membuat masalah finansial menjadi hal yang gak perlu ditakuti.
Dini mengajak para wanita modern untuk lebih cerdas dalam mengelola keuangan, memetakan tujuan keuangan, dan mengetahui peluang berinvestasi yang ada saat ini. Saatnya wanita, apalagi wanita karier, untuk mulai memahami finansial!
Nah, pilihan buku di atas akan menginspirasimu untuk lebih percaya diri di mana pun dan apa pun pekerjaanmu, pantang menyerah mengejar impian dan apa yang menjadi hakmu, juga membuka mata untuk hal yang selama ini dianggap gak biasa untuk dilakukan perempuan.
Saatnya mengoleksi semua buku di atas. Tapi sebelum itu, pastikan keuanganmu sudah aman.
Untuk belanja barang-barang yang bersifat hobi seperti buku, musik, film, atau barang koleksi lainnya, kamu perlu membiasakan diri untuk mengalokasikan budget juga. Jangan sampai biaya sehari-hari kamu terpakai untuk urusan hobi.
Jenius punya kartu debit ekstra atau x-Card yang bisa menjadi solusi kamu untuk ini. Tiap bulan kamu bisa mengalokasikan sejumlah budget ke dalam x-Card.
Nantinya setiap pembelanjaan yang berhubungan dengan hobi bisa menggunakan kartu debit tersebut.
Dengan begitu tabungan dan transaksi harian tetap terjaga tanpa menggangu kegiatan belanja buku kesukaanmu ini. Gak ada lagi deh nahan-nahan gak beli buku incaran karena nggak ada budget karena semuanya udah kamu atur lebih dulu.
Artikel ini memuat informasi umum sebagai referensi dan edukasi. Dapatkan informasi terbaru seputar produk dan layanan Jenius di laman produk dan layanan terkait.