Market Update 8 Desember 2025

writter Wealth Insight SMBCI

Penulis: Ella Hastono

Pasar Amerika: Pergerakan Bullish Menjelang Pertemuan The Fed

Pasar saham Amerika menutup pekan lalu dengan kinerja positif, didorong oleh kombinasi data inflasi yang melandai dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Sepanjang pekan, Nasdaq menguat +0,91%, S&P 500 +0,31% dan Dow Jones + 0,69%.

Rilis data PCE (Personal Consumption Expenditure) menunjukkan inflasi bulanan tetap terkendali di 0,3%. Sementara itu, PCE inti yang merupakan indikator inflasi favorit The Fed, bertahan di 0,2% m/m, 2,8% y/y.

Selain itu, survei sentimen konsumen University of Michigan untuk Desember menunjukkan peningkatan, memperkuat optimisme bahwa konsumsi rumah tangga masih solid. Pasar tenaga kerja yang mulai mendingin juga membantu membangun narasi bahwa The Fed memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga.

Di sisi kebijakan, pernyataan Presiden Donald Trump mengenai preferensinya untuk menunjuk ketua The Fed yang lebih dovish pada 2026 mendatang menjadi tema politik yang menjadi fokus pasar.

Pelaku pasar menilai komentar tersebut sebagai indikasi bahwa pemerintahan Trump akan mendorong kebijakan moneter yang lebih longgar ke depan, meski belum berdampak signifikan dalam jangka pendek.

Sementara itu, para pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga 25 bps pada pertemuan FOMC 9-10 Desember pekan ini yang mendekati 87%. Hal tersebut terus memicu aliran dana kembali ke saham teknologi dan sektor pertumbuhan lainnya. Secara keseluruhan, pekan lalu memperlihatkan pergerakan yang bullish menjelang pertemuan The Fed yang sangat dinanti.

Pasar Eropa: Pasar Menutup dengan Optimis, Meski Tetap Waspada

Pasar ekuitas Eropa bergerak cukup dinamis, yang mana indeks-indeks sahamnya mencatatkan kinerja yang bervariatif. Indeks STOXX 600 memulai minggu dengan koreksi ringan setelah reli kuat di November, terutama karena aksi ambil untung di sektor industri dan pertahanan.

Beberapa saham besar seperti Airbus menekan pasar setelah muncul isu teknis terkait pesawatnya. Namun, sentimen mulai pulih memasuki pertengahan pekan, didorong saham teknologi dan industri yang rebound seiring meningkatnya selera risiko global. Harapan The Fed akan mulai memangkas suku bunga pada 2026 turut memperbaiki mood para pelaku pasar.

Dari sisi data, laporan manufaktur menunjukkan kontraksi, yang mana HCOB Eurozone Manufacturing PMI untuk November turun ke 49,6, dari 50 di Oktober, yang menandakan aktivitas industri menyusut.

Meski demikian, sektor jasa menguat cukup signifikan, yang mana HCOB Eurozone composite PMI naik ke 52,8, mencatat pertumbuhan tercepat dalam tiga puluh bulan.

Dengan kombinasi fundamental yang membaik dan ekspektasi suku bunga yang lebih longgar, pasar menutup pekan dengan nuansa optimistis meski tetap waspada terhadap rilis data ekonomi berikutnya.

Pasar Asia: Periode Konsolidasi Bagi Pasar Ekuitas

Pasar ekuitas Asia mayoritas mencatat kinerja positif, tapi cukup moderat pekan lalu. Pelaku pasar cenderung menahan posisi karena menunggu arahan kebijakan dari Central Economic Work Conference (CEWC) dan pertemuan Politburo Desember yang akan menentukan target pertumbuhan 2026 serta arah stimulus fiskal dan moneter.

Minimnya rilis data makro utama membuat pasar bergerak tanpa katalis kuat, sementara sentimen deflasi dan melemahnya aktivitas di sektor teknologi industri masih menjadi hambatan.

Kekhawatiran mengenai permintaan domestik dan tekanan harga yang terus berlangsung membuat para pelaku pasar tetap berhati-hati. Pasar juga menunggu sinyal apakah pemerintah akan memperluas stimulus untuk menstabilkan konsumsi dan sektor properti.

Dengan belum adanya kepastian mengenai langkah-langkah tersebut, pasar cenderung bergerak sideways dan kurang bergairah sepanjang pekan. Dari sisi eksternal, sentimen positif dari kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed membantu menahan pelemahan lebih dalam.

Meski demikian, volatilitas global tidak cukup kuat untuk mendorong inflow besar ke Tiongkok. Secara keseluruhan, pekan lalu menjadi periode konsolidasi bagi pasar ekuitas Asia menjelang keputusan kebijakan yang lebih besar.

Pasar Indonesia: IHSG Mencatat Performa Solid

Pasar saham Indonesia mencatat performa yang cukup solid dengan penguatan +1,46% sepanjang pekan, meski di pengujung minggu IHSG terkoreksi tipis -0,09% pada Jumat. Penguatan masih ditopang sentimen global yang membaik menjelang kemungkinan pemangkasan suku bunga Amerika Serikat.

Optimisme dalam negeri juga berkontribusi, terutama perkembangan terkait UU P2SK yang berpotensi memperkuat struktur sektor keuangan dan pasar modal Indonesia.

Dari sisi makro, rupiah relatif stabil dan cadangan devisa meningkat, memberikan fondasi yang lebih kuat bagi sentimen pasar. Sektor industri, manufaktur, dan infrastruktur menjadi fokus pembelian sepanjang pekan berkat prospek pertumbuhan domestik yang positif.

Ditambah lagi, optimisme juga didorong oleh proyeksi OECD yang menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5% per tahun pada 2025–2027, didukung stabilitas fiskal, permintaan domestik yang kuat, dan kondisi keuangan yang membaik.

Meskipun demikian, investor tetap berhati-hati karena pasar Indonesia masih sensitif terhadap dinamika global, terutama rilis data inflasi Amerika Serikat (PCE) dan arah kebijakan The Fed menjelang pertemuan FOMC.

Aliran dana asing cenderung stabil dan minat beli saham berkapitalisasi besar tetap terjaga. Ke depannya, IHSG memiliki peluang melanjutkan tren positif jika sentimen global berkembang sesuai ekspektasi, sementara faktor domestik seperti stabilitas fiskal dan pertumbuhan ekonomi akan terus menjadi penopang penting.


SMBC Indonesia tidak bertanggung jawab atas pernyataan apa pun sehubungan dengan keakuratan atau kelengkapan informasi yang terkandung pada artikel ini atau atas kehilangan atau kerusakan yang timbul dari penggunaan isi artikel ini.
Informasi yang terkandung dalam artikel ini adalah informasi publik, tidak dimaksudkan dan tidak seharusnya menjadi dasar pengambilan keputusan. Pengguna tidak boleh menyalin atau menggunakan isi artikel ini untuk tujuan apa pun atau mengungkapkan isinya kepada orang lain tanpa persetujuan sebelumnya dari SMBC Indonesia. Isi artikel ini dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Pengguna disarankan untuk menilai kemampuan sendiri dalam menanggung risiko keuangan dan lainnya terkait investasi atau produk apa pun, dan untuk membuat penilaian independen atau mencari nasihat independen sehubungan dengan masalah apa pun yang tercantum pada artikel ini.