Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga, tapi Ruang Penurunan Terbuka

writter Lanjar Nafi Taulat Ibrahimsyah

Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) perdana 2024. Seperti yang diantisipasi, suku bunga acuan (BI Rate) dipertahankan pada level 6%. Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi pasar, yang mana sejak Oktober lalu menyaksikan suku bunga acuan berada pada angka tersebut selama 4 bulan berturut-turut.

Gubernur BI menyatakan dalam konferensi pers bahwa kebijakan moneter saat ini tetap berfokus pada menjaga stabilitas ekonomi, sementara untuk mendukung pertumbuhan, bank sentral akan terus menerapkan kebijakan makro prudensial.

Meskipun BI memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan, Gubernur BI dengan tegas menyatakan bahwa ruang untuk penurunan suku bunga masih terbuka. Namun, penurunan tersebut akan bergantung pada 2 prasyarat utama yakni, penguatan nilai tukar rupiah dan inflasi yang terkendali, khususnya inflasi inti dan inflasi pangan.

BI juga memberikan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2024, yang diperkirakan berada dalam kisaran 4,7%-5,5%. Pemulihan ekonomi diharapkan berlanjut, didorong permintaan domestik yang kuat. Pertumbuhan konsumsi, investasi, pembangunan proyek strategis nasional, dan realisasi pembangunan ibu kota negara baru diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi.

Dalam konteks global, BI memperkirakan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan turun, meskipun lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Gubernur BI menyatakan bahwa pembacaan BI mengenai proyeksi arah suku bunga acuan Federal Reserve menunjukkan kemungkinan penurunan sebanyak 3 kali pada semester kedua tahun ini.

Sementara rupiah mengalami pelemahan sejak awal tahun, Gubernur BI optimistis mengenai tren mata uang tersebut dan menilai rupiah cenderung menguat dalam jangka panjang seiring meredanya ketidakpastian global terkait kebijakan suku bunga di negara-negara maju.

Meski demikian, Gubernur BI menegaskan bahwa BI tetap sabar dalam mengambil keputusan terkait penurunan suku bunga acuan. Bank Indonesia akan terus memantau kondisi domestik dan global dengan hati-hati sebelum mengambil langkah-langkah lebih lanjut.


SMBC Indonesia tidak bertanggung jawab atas pernyataan apa pun sehubungan dengan keakuratan atau kelengkapan informasi yang terkandung pada artikel ini atau atas kehilangan atau kerusakan yang timbul dari penggunaan isi artikel ini.
Informasi yang terkandung dalam artikel ini adalah informasi publik, tidak dimaksudkan dan tidak seharusnya menjadi dasar pengambilan keputusan. Pengguna tidak boleh menyalin atau menggunakan isi artikel ini untuk tujuan apa pun atau mengungkapkan isinya kepada orang lain tanpa persetujuan sebelumnya dari SMBC Indonesia. Isi artikel ini dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Pengguna disarankan untuk menilai kemampuan sendiri dalam menanggung risiko keuangan dan lainnya terkait investasi atau produk apa pun, dan untuk membuat penilaian independen atau mencari nasihat independen sehubungan dengan masalah apa pun yang tercantum pada artikel ini.