Cara Jenius Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

writter jenius

Dana pendidikan anak untuk setiap jenjang, mulai dari TK hingga perguruan tinggi, perlu dipersiapkan secara cermat dan sedini mungkin. Apalagi setiap tahunnya, biaya pendidikan terus meningkat. Gak cuma program belajar di dalam kelas ya, tapi juga kegiatan belajar di luar kelas (kokulikuler) dan ekstrakulikuler (sesuai minat dan pengembangan diri siswa). Perlu perencanaan yang matang agar setiap tahun ajaran baru, orangtua maupun anak gak lagi cemas soal dana pendidikan.

Zaman sekarang, biaya pendidikan juga gak cuma soal biaya sekolah. Muncul biaya ekstra karena adanya kebutuhan memberikan anak pengayaan materi di luar jam sekolah reguler. Contohnya, les matematika dan bimbingan belajar persiapan ujian akhir. Tuntutan zaman dan lingkungan membuat semua orang berlomba-lomba mengasah kemampuan akademik agar terbuka peluang untuk meraih banyak kesempatan bagus dalam mengembangkan karier.

Gak berhenti di situ, kompetensi nonakademis anak juga menjadi perhatian orangtua. Hal-hal yang berkaitan dengan soft skill juga perlu diasah, seperti lewat les musik atau menggambar. Kalau sudah begini, cermat dalam menyiapkan dana pendidikan sesuai dengan jenjang pendidikannya sebaiknya gak hanya dijadikan wacana. Menyiapkan dana pendidikan sejak anak masih di dalam kandungan bisa menjadi opsi.

Memperkirakan kebutuhan dana pendidikan sepatutnya jadi agenda perencanaan keuangan tahunan. Sambil bersantai di akhir pekan, (calon) orangtua dapat mengumpulkan banyak informasi mengenai biaya-biaya untuk pendidikan anak. Setelah itu, orangtua dapat menghitung kebutuhan dana pendidikan anak sesuai dengan preferensi sekolah dan jenis pendidikan yang dipilih.

Baca juga: Money Dates bersama Pasangan untuk Mengatur Keuangan Keluarga

Agar kecemasan gak mendera tiap tahun ajaran baru datang, orangtua dapat memaksimalkan penggunaan Jenius untuk mengumpulkan dana pendidikan yang cukup bagi anak. Pengumpulan dana pendidikan anak dengan Jenius bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, menggunakan Dream Saver yang merupakan tabungan dengan bunga 2,5% yang bisa diatur sesuai mimpi atau tujuan keuangan. Kamu bisa leluasa menentukan jumlah yang ingin ditabung setiap periode dan memilih tanggal pencapaiannya berikut besar setoran awal yang disesuaikan dengan kemampuan finansial. Sistem autodebit pada Dream Saver juga memudahkan kamu menyesuaikan waktu penarikan—harian, mingguan, atau bulanan.

Cara kedua, menggunakan Maxi Saver yang merupakan tabungan setara deposito. Manfaatkan bunga hingga 5% dengan penyetoran awal mulai dari Rp10 juta. Jika cara kedua terasa berat, cara pertama menggunakan Dream Saver dapat dilakukan terlebih dahulu. Setelah berjalan, misalnya selama 1 hingga 2 tahun, dana yang sudah terkumpul dapat diakselerasi dengan memindahkannya ke Maxi Saver. Semuanya tersedia di aplikasi Jenius, sehingga gak perlu lagi secara fisik melakukan prosesi pembukaan tabungan secara konvensional.

Jenius juga memberikan semua kemudahan yang bisa kamu jalani dalam menyiapkan dana pendidikan anak. Kamu bisa melakukan registrasi dari smartphone tanpa perlu ke bank karena cukup siapkan e-KTP dan koneksi internet, lalu download aplikasi Jenius. Mudah, cepat, dan nyaman, bukan?

Artikel lainnya