Rekomendasi 12 Novel Jepang untuk Pembaca Jenius

writter Tri Saputra Sakti

Teman Jenius pasti sering melihat berbagai judul novel Jepang yang berseliweran di media sosial; baik TikTok, Instagram, maupun Goodreads. Mulai dari thriller psikologis yang bikin merinding, kisah slice of life yang bikin hati hangat, sampai cerita romance yang bikin hati berbunga-bunga.

Yup, sastra Jepang modern memang lagi naik daun dan jadi favorit banyak pembaca internasional, termasuk di Indonesia. Belum tau mau baca novel Jepang apa saking banyaknya yang kelihatan seru? Tenang, Jenius sudah kurasi 12 novel yang bisa kamu baca. Yuk, disimak!

1. About A Place in the Kinki Region, Sesuji

Novel karya Sesuji ini awalnya viral di media sosial Jepang sebelum resmi diterbitkan. Gaya dokumenter yang realistis membuat nuansa horor di novel ini terasa nyata, sehingga kamu sebagai pembaca bakal sulit membedakan fiksi maupun kenyataan!

Novel ini sudah jadi bestseller dan difilmkan, lho. Bahkan, dibahas di banyak media sosial Indonesia dengan judul terjemahan Tentang Suatu Tempat di Wilayah Kinki. Selain novel ini, kamu bisa baca karya Sesuji lainnya berjudul Tentang Ziarah yang Terkutuk.

2. The Strange Picture, Uketsu

The Strange Picture karya Uketsu menarik perhatian karena ia adalah kreator YouTube misteri-horor yang populer. Menggabungkan gambar anak dengan investigasi ala detektif, novel ini menciptakan puzzle visual yang mencekam. Sejak terbit 2022, novel ini terjual lebih dari 2 juta eksemplar, diterjemahkan ke lebih dari 30 bahasa, dan diadaptasi jadi manga (2024).

Kesuksesan The Strange Picture melanjutkan jejak novel sebelumnya, The Strange House. Dengan gaya bercerita interaktif, tiap karya Uketsu ditunggu, sehingga jadi fenomena unik: seorang YouTuber bertopeng yang diakui sebagai novelis horor internasional.

3. Kokun: The Girl from the West, Nahoko Uehashi

Kokun: The Girl from the West adalah novel fantasi karya Nahoko Uehashi, penulis legendaris Jepang yang dikenal lewat seri Moribito dan The Beast Player. Dengan latar kaya detail antropologis, novel ini mengisahkan Aisha, gadis dari barat yang harus menavigasi politik, budaya, dan kekuatan gaib dalam imperium yang terancam runtuh.

Nahoko Uehashi adalah penerima Hans Christian Andersen Award (2014), serta pemenang penghargaan Noma Children’s Literature Award dan Batchelder Award. Reputasi globalnya membuat novel ini jadi bahan diskusi, melanjutkan kesuksesan novel-novel sebelumnya yang diadaptasi ke anime dan diterjemahkan ke puluhan bahasa.

4. Sisters In Yellow, Mieko Kawakami

Sisters In Yellow karya Mieko Kawakami memperlihatkan kepiawaian penulis pemenang Akutagawa Prize ini dalam menggali tema tubuh dan tekanan sosial. Dengan gaya puitis sekaligus tajam, penulis menghadirkan kisah ikatan saudara perempuan yang rapuh di tengah tuntutan masyarakat modern.

Selain Sisters In Yellow, Mieko Kawakami juga menulis novel lain seperti Breasts and EggsHeaven, dan All the Lovers in the Night, yang sama-sama mendapat sorotan global. Popularitas novel-novelnya menjadikan karya beliau jadi sastra Jepang kontemporer yang diperhitungkan.

5. When the Museum Is Closed, Emi Yagi

When the Museum Is Closed melanjutkan gaya khas Emi Yagi, penulis yang debut lewat Diary of a Void; novel satir yang viral dan masuk nominasi Japan Booksellers Award. Kini ia memakai latar museum tertutup sebagai metafora ruang-ruang tersembunyi dalam kehidupan modern.

Emi Yagi dikenal dengan narasi tenang di permukaan tapi penuh arus kuat di bawahnya. Popularitasnya di TikTok dan komunitas literasi membuat novel ini jadi salah satu buku yang ditunggu, melanjutkan reputasinya sebagai penulis introspektif yang berani dan fresh.

6. Hooked, Asayo Yuzuki

Hooked karya Asako Yuzuki adalah novel tentang obsesi dan kesepian yang terasa manusiawi. Novel ini memenangkan Yamamoto Shūgorō Award dan viral di kalangan pembaca internasional karena kisahnya yang relatable sekaligus gelap.

Asayo Yuzuki sebelumnya menulis Butter, yang terpilih sebagai Waterstones Book of the Year 2024. Dengan reputasi yang terus naik, kini ia dianggap salah satu penulis Jepang paling piawai menggambarkan kompleksitas hubungan sosial, menjadikan setiap karyanya bahan obrolan di komunitas literasi global.

7. Vanishing World, Sayaka Murata

Vanishing World melanjutkan obsesi Sayaka Murata terhadap tema “orang berbeda” dalam masyarakat. Setelah sukses dengan Convenience Store Woman dan Earthlings, novel ini hadir lebih surealis dan intens, membuat pembaca mempertanyakan batas normalitas. Gak heran, karyanya sering viral di media sosial dan jadi bahan diskusi.

8. Girls In the Dark, Akiyoshi Rikako

Girls In the Dark adalah salah satu karya populer dari Akiyoshi Rikako, ratu thriller psikologis Jepang. Mengisahkan kematian misterius ketua klub sastra di sekolah elite, novel ini penuh twist dan sudut pandang berlapis yang bikin pembaca terus menebak. Novel ini diadaptasi menjadi film pada 2017 dan sering dibahas di komunitas literasi sebagai contoh iyamisu (misteri gelap) yang memikat.

9. The Snow White Murder Case, Kanae Minato

The Snow White Murder Case adalah salah satu karya paling tajam dari Kanae Minato, mengisahkan kasus kriminal karyawan kosmetik yang kemudian dipelintir oleh media dan gosip publik. Novel ini mengkritik budaya rumor dan sensationalism, membuatnya relevan sekaligus menegangkan.

Saking populernya, novel ini diadaptasi jadi film pada 2014 dan sering dibahas sebagai contoh iyamisu. Dengan twist dan kritik sosial tajam, The Snow White Murder Case jadi bacaan buat kamu pencinta thriller psikologis.

10. The Devotion of Suspect X, Keigo Higashino

The Devotion of Suspect X adalah karya Keigo Higashino yang mengantongi Naoki Prize dan Honkaku Mystery Award. Novel ini masuk peringkat I di Kono Mystery ga Sugoi! 2006, serta nominasi Edgar Award dan Barry Award. Mengisahkan tentang matematikawan genius yang membantu menutupi kriminalitas tetangganya, menghasilkan duel intelektual menegangkan antara logika dan moral.

Selain novel ini, Keigo Higashino juga dikenal lewat Malice, Journey Under the Midnight Sun, dan The Miracles of the Namiya General Store. Dengan twist elegan dan karakter kompleks, ia memperkuat reputasinya sebagai maestro misteri kontemporer Jepang yang karyanya terus diadaptasi ke film dan drama, menjadikannya salah satu penulis berpengaruh di genre thriller psikologis.

11. Honeybees and Distant Thunder, Riku Onda

Honeybees and Distant Thunder karya Riku Onda adalah novel yang mengisahkan kompetisi piano bergengsi dan empat pianis muda yang berjuang dengan musik, ambisi, dan jati diri. Novel ini mengajarkan tentang apa artinya benar-benar hadir dan hidup di setiap momen.

Riku Onda adalah satu-satunya penulis dalam sejarah sastra Jepang yang memenangkan dua penghargaan bergengsi sekaligus untuk buku yang sama: Naoki Prize dan Japan Booksellers Award. Hal ini jadi pencapaian yang belum pernah diulang siapa pun.

12. Lonely Castle in the Mirror, Mizuki Tsujimura

Lonely Castle in the Mirror adalah fantasi psikologis tentang tujuh remaja yang masuk ke dunia misterius lewat cermin. Novel ini memenangkan Japan Booksellers Award 2018 dan langsung jadi bestseller, dengan adaptasi film anime pada 2022 yang bikin novel ini makin populer.

Penulis juga dikenal dengan karya lain seperti Kagi no nai Yume o Miru (pemenang Naoki Prize) dan Anime Supremacy!. Dengan perpaduan fantasi dan realisme emosional, ia berhasil menjadi salah satu penulis Jepang paling dicari saat ini.

 

Gimana menurutmu 12 novel Jepang rekomendasi Jenius? Beberapa sudah ada terjemahan bahasa Indonesia, dan beberapa baru diterjemahkan ke bahasa Inggris.

Seperti yang kita tau, harga dari novel-novel berkualitas ini bisa dibilang cukup lumayan. Tapi tenang, kamu bisa mulai sisihkan budget novel kamu secara konsisten lewat Dream Saver, lho.

Mau nabung di Dream Saver? Gampang kok caranya! Simak langkah-langkahnya di bawah ini.

  1. Buka aplikasi Jenius.

  2. Pada navigasi bawah layar di aplikasi Jenius kamu, pilih Aset.

  3. Scroll ke bagian Tabungan & Deposito, lalu pilih Buat baru.

  4. Pilih Dream Saver.

  5. Buat nama mimpimu seperti “Book Fund” atau “Reading List” yang bikin kamu semangat nabung, masukkan jumlah yang harus kamu tabung, lalu pilih Lanjut.

  6. Tentukan setoran awal, periode setoran otomatis, dan jumlah setoran otomatis. Jika kamu ingin mengunci tanggal pencapaian, tap toggle Kunci tanggal pencapaian. Kamu juga bisa mengubah tanggal pencapaian sesuai targetmu. Jika sudah sesuai, pilih Lanjut.

  7. Cek kembali detail Dream Saver kamu, lalu pilih Buat Mimpi Baru.

  8. Kamu berhasil bikin Dream Saver untuk beli novel-novel Jepang impian kamu!

Tandai mana yang jadi favoritmu, atur Dream Saver, dan selamat berpetulang di dunia fiksi Jepang.

Jadi, novel mana nih yang duluan masuk keranjang kamu?

Artikel ini memuat informasi umum sebagai referensi dan edukasi. Dapatkan informasi terbaru seputar produk dan layanan Jenius di laman produk dan layanan terkait.

Artikel lainnya