Sudah Aman? Ini Pentingnya Rutin Ganti Password & PIN serta Cek Biometrik

writter Fifi Nurfitrianti

Login handphone pakai sidik jari? Tinggal tap, langsung masuk. Mau bayar QRIS? Tinggal pakai PIN atau password, transaksi langsung beres. 🙆‍♀️📲

Hidup di era digital membuat akses ke akun perbankan atau media sosial jadi makin praktis lewat password, PIN, dan biometrik. Sayangnya, risiko keamanannya pun meningkat.

Banyak yang merasa cukup aman dengan memakai password atau PIN yang susah ditebak, atau biometrik sidik jari maupun sensor wajah sebagai identitas khusus. Padahal, risiko penyalahgunaan akun dan data pribadi terus meningkat.

Maka dari itu, penting bagi Teman Jenius untuk kasih perlindungan ekstra terhadap data pribadi.

Caranya? Dengan rutin mengganti password dan PIN setiap 3-6 bulan, serta memastikan biometrik hanya milikmu dan selalu up to date, biar kamu terlindungi dari risiko yang gak diinginkan.

Password, PIN, dan Biometrik: Apa Bedanya?

Sebelum lebih jauh, kamu perlu tau dulu apa bedanya antara password, PIN, dan biometrik yang biasa kamu gunakan sehari-hari, yakni:

  • Password: kombinasi karakter untuk login akun atau memproses transaksi.

  • PIN: kode 4-6 angka pendek, biasanya untuk akses cepat.

  • Biometrik: sidik jari atau sensor/pemindaian wajah sebagai identitas atau karakteristik fisik pengguna.

Semuanya punya peran penting untuk mengakses akun perbankan, media sosial, atau handphone milikmu. Walau saling melengkapi, bukan berarti ketiganya bebas dari risiko, apalagi kalau kamu jarang memperbaruinya.

Kenapa Password, PIN, dan Biometrik Itu Penting?

Tanpa disadari, makin ke sini justru makin beragam modus pelaku kriminal untuk mencuri data pribadi atau mengambil alih akun perbankan. Karena itu, mengganti password/PIN secara berkala dan memastikan biometrik yang tersimpan hanya milikmu bukan cuma sekadar imbauan, karena berguna untuk:

Melindungi data pribadi

Dalam menggunakan handphone sehari-hari, banyak data dan informasi sensitif yang tersimpan, mulai dari e-mail, SMS, hingga password yang tersimpan otomatis. Dengan rajin memperbarui, risiko penyalahgunaan bisa lebih diminimalisasi.

Menjaga keamanan finansial

Satu orang seenggaknya punya satu aplikasi perbankan atau e-commerce yang ada di handphone. Dengan rutin mengganti akses, kamu mencegah kemungkinan akses ilegal yang bisa mengarah pada pencurian data dan dana.

✅ Mencegah virus/malware

Sesimpel klik tautan atau download file, handphone milikmu bisa berisiko terpapar virus atau malware dari tautan atau file mencurigakan.

Kalau itu terjadi, data lama yang tersimpan berisiko bocor ke tangan pihak yang gak bertanggung jawab. Dengan rutin memperbarui, artinya kamu menutup “pagar” ke data pribadi dan sensitif yang tersimpan di handphone.

Satu hal yang penting: Bukan hanya akun perbankan atau media sosial yang perlu diperbarui, tapi juga akses ke handphone milikmu di menu Pengaturan/Settings, ya.

Seberapa Sering Harus Ganti Password, PIN, dan Cek Biometrik?

🔐 Password & PIN

Untuk password dan PIN, idealnya diperbarui setiap 3-6 bulan sekali. Aturan ini berlaku untuk akun perbankan, media sosial, e-mail, dan akses ke handphone milikmu.

Namun, segera ganti password maupun PIN kalau kamu mengalami hal di bawah ini:

  • ada notifikasi login dari perangkat lain,

  • muncul informasi soal kebocoran data dari layanan yang kamu gunakan,

  • gak sengaja klik tautan atau download file mencurigakan, sampai

  • HP hilang atau sedang gak dalam pengawasanmu.

🪪 Biometrik

Untuk biometrik cukup berbeda dengan password atau PIN, kamu cukup rutin cek dan pastikan sidik jari atau sensor wajah yang tersimpan di handphone hanya milikmu.

Jika kamu menemukan ada biometrik tambahan di menu Pengaturan/Settings dan merasa itu bukan milikmu, segera hapus data tersebut, ya. Lalu, periksa kembali aplikasi yang menggunakan akses biometrik dan pastikan hanya kamu yang bisa mengakses.

Kalau kamu berencana mengganti handphone, pastikan juga untuk menghapus seluruh data, baik akun dan biometrik yang tersimpan. Setelah itu, lakukan factory reset untuk memastikan semuanya bersih dan gak ada data yang tertinggal.

Bagaimana Cara Agar Akun Perbankan Tetap Aman?

Ini tips tambahan dari Jenius agar data pribadi dan informasi sensitif milikmu tetap aman!

  • Jangan pernah menulis password atau PIN di aplikasi Notes di handphone. Kalau takut lupa, gunakan password manager.

  • Aktifkan two-factor authentication di semua akun/aplikasi yang kamu miliki.

  • Jangan pakai satu password/PIN untuk semua akun.

  • Periksa secara berkala settings (pengaturan) handphone milikmu untuk memastikan semuanya aman.

Keamanan digital itu soal kebiasaan, bukan hal yang dilakukan ketika berada di kondisi mendadak. Dengan rutin mengganti password, PIN, dan memastikan biometrik hanya milikmu, kamu bantu jaga dirimu tetap aman. 🤝🛡

Terus jaga keamanan data pribadimu untuk menghindari penipuan dan pelajari edukasi keamanan lainnya dari Jenius lewat jenius.com/jeniusaman.

Artikel ini memuat informasi umum sebagai referensi dan edukasi. Dapatkan informasi terbaru seputar produk dan layanan Jenius di laman produk dan layanan terkait.

Artikel lainnya