Sering Lapar Mata? Ini Cara Atasi Impulsive Buying dengan 72-Hour Rule

writter Fifi Nurfitrianti

Malam-malam lagi scroll e-commerce, eh gak sengaja ketemu sepatu yang bagus dan lucu. Tanpa babibu, kamu langsung klik tombol “Beli Sekarang”.

Hayo, merasa relate gak? 👀

Kalau sering kayak begitu, kamu harus hati-hati, ya. Ini namanya lapar mata alias impulsive buying. Bisa jadi sebenarnya kamu gak benar-benar butuh, tapi cuma pengin.

Secara psikologis, ketika melihat sesuatu yang menarik, maka otak bakal nge-boost hormon dopamin kamu. Efeknya? Bikin kamu tergoda untuk punya dan beli barang tersebut.

Namun, coba deh bayangin, misalnya kamu beli baju cuma karena lapar mata. Begitu barangnya sampai ternyata itu bukan style kamu atau kualitasnya gak sebagus di foto. Ujung-ujungnya, gak dipakai dan cuma nganggur di lemari. Nyesel, kan?

Biar gak kejebak sama kebiasaan belanja ini, kamu bisa pakai 72-hour rule atau aturan 72 jam buat menyiasatinya. Sini, Jenius kasih tau caranya!

Tahan Belanja Selama 72 Jam

Basically, aturan ini bantu kamu mengurangi sifat impulsif yang muncul. Saat melihat barang yang pengin banget kamu beli, tahan diri minimal 72 jam (3 hari) sebelum checkout dan bayar.

Kenapa 72 jam? Soalnya setelah 72 jam, hormon dopamin mulai mereda dan kamu bisa berpikir lebih rasional: “Apakah aku benar-benar butuh atau cuma buat kesenangan sesaat?”

3 fase “T” dalam 72-hour rule:

  • Tunda: Ketika merasa lapar mata dan pengin beli sesuatu yang bukan kebutuhan, tunda dulu keinginanmu. Jangan langsung checkout!

  • Tulis: Tulis barang tersebut di catatan wishlist milikmu atau masukkan barang tersebut ke keranjang e-commerce (jangan dibayar ya😛) lalu close akun e-commerce milikmu dari handphone.

    • Tunggu: Tahan selama 72 jam atau 3 hari. Setelah 3 hari berlalu, coba tanya ke diri sendiri:
    • Apakah aku masih mau barang ini?
    • Ini benar-benar kebutuhan atau cuma lapar mata doang?
    • Kalau dibeli, dampaknya ke keuanganku bulan ini gimana?

Kalau tiga pertanyaan tersebut bisa kamu jawab dengan positif, maka belilah tanpa harus merasa bersalah karena kamu sudah berpikir matang. Namun, kalau merasa gak perlu beli, artinya kamu baru saja menyelamatkan dompet dan juga space dalam kamarmu. 😉

Manfaat 72-Hour Rule Sebelum Belanja

Dengan menerapkan aturan ini sebelum kamu memutuskan beli sesuatu yang gak benar-benar butuh, kamu bisa:

  • Bebas dari buyer’s remorse: Gak ada lagi “nyesel beli” setelah checkout atau merasa bersalah karena lapar mata.

  • Paham keinginan vs kebutuhan: Bisa menentukan prioritas barang yang benar-benar dibutuhkan atau hanya sekadar lapar mata.

  • Lebih hemat budget: Jadi bisa lebih hemat karena berhasil potong pengeluaran impulsif yang gak penting.

Tips Tetap Mindful Saat Belanja

Nah, biar impulsive buying ini gak jadi kebiasaan, Jenius punya tips belanja lainnya yang bisa kamu lakukan!

  1. Catat barang yang kamu butuhkan: Buat daftar barang yang jadi kebutuhanmu. Jadi, kalau kamu melihat barang yang sesuai dengan list milikmu, kamu bisa beli tanpa harus ragu.

  2. Unfollow akun “racun” belanja: Coba deh cek lagi media sosialmu dengan unfollow akun-akun yang cenderung jadi “racun” dan memancing keinginan belanjamu. Hasilnya, kamu gak gampang tergoda karena cuma pengin ikutan!

  3. Hapus informasi pembayaran : Hapus data kartu debit/kredit atau e-wallet di e-commerce. Proses ketik ulang nomor kartu atau PIN bakal kasih kamu waktu ekstra buat mikir dua kali sebelum checkout.

  4. Tetapkan budget belanja: Alokasikan budget khusus hiburan tiap bulan. Selama masih sesuai budget, kamu bisa belanja asal tetap mindful.

Jadi, apakah kamu sudah siap lebih mindful dan punya kebiasaan belanja yang sehat dengan 72-hour rule?

Artikel ini memuat informasi umum sebagai referensi dan edukasi. Dapatkan informasi terbaru seputar produk dan layanan Jenius di laman produk dan layanan terkait.

Artikel lainnya