Di Balik Cerita Sumba


Banyak yang belum menyadari keindahan tanah Sumba di timur Indonesia. Dengan topografi yang landai hingga bergelombang, bukit dan lembah yang hijau ketika musim penghujan, berubah menjadi sabana yang terbentang luas saat musim kemarau, Sumba menyajikan surga dunia yang masih belum banyak terjamah. Ketenangan yang diberikan membawa kita kembali ke alam, tak lepas iringan sapaan dan tawa penuh sukacita dari penduduk lokal. Anak hingga orang tua, semua menyambut dengan pancaran ketulusan yang sama di mata mereka.

Keindahan alam dan budaya yang diberikan Sumba tidak akan pernah tergantikan dan akan selalu menginspirasi siapa pun yang berkunjung ke sana, termasuk Dian Sastrowardoyo. Hal positif yang ia rasakan setelah berkunjung ke Sumba membuat ia merasa memiliki keluarga sendiri di sana. Pengalaman inilah yang ia harapkan bisa kamu alami juga. Betapa menakjubkannya Sumba dengan orang-orang dan ragam budaya yang ada di dalamnya.

Walaupun begitu, di balik kebahagiaan yang selalu terpancar dari semua orang yang bisa kamu temui di sana, ada kesulitan yang harus mereka hadapi setiap hari.



Pemandangan anak-anak yang setiap pulang sekolah harus berjalan kaki berkilo-kilo meter ke sumber mata air bersih menjadi hal yang biasa. Mereka harus membawa jeriken berisi air seberat 5 liter di masing-masing tangan, kurang lebih hal itu setara dengan membawa 7 botol air minum kemasan ukuran besar. Air bersih tersebut tidak hanya untuk minum, mandi, atau memasak, tapi juga untuk ternak yang mereka pelihara.

Ironisnya, hal ini membuat sekolah jadi bukan prioritas utama, karena air lebih penting. Apabila anak-anak terlalu lelah untuk berangkat ke sekolah yang jaraknya jauh dan masih harus mengambil air lagi di sumber mata air yang juga tidak dekat, melewatkan pendidikan jadi hal yang sangat dimaklumi orang tua mereka.

Seandainya akses air bersih mudah didapat



Bayangkan bagaimana bahagianya mereka apabila kita mendekatkan akses air bersih kepada mereka. Anak-anak bisa punya lebih banyak waktu untuk belajar dan bermain atau menghabiskan waktu dengan ibu dan ayahnya alih-alih berjalan jauh untuk mendapatkan air. Semua keluarga di Sumba Timur akan terhindar dari kemungkinan terjangkit penyakit yang muncul akibat kekurangan air bersih. Selain itu, dengan memiliki akses yang lebih dekat ke air, tidak hanya untuk ternak, mereka juga akan punya cukup air untuk bercocok tanam.

Air adalah salah satu kebutuhan utama kita dan mereka berhak akan hal itu. Karena inilah, Yayasan Dian Sastrowardoyo, Waterhouse Project dan Jenius dari BTPN ingin mengajak kamu untuk turut membantu masyarakat Sumba Timur dengan mendekatkan akses air bersih kepada mereka. Dengan ikut berpartisipasi, kamu akan turut membantu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di wilayah tersebut.

Bagaimana kamu bisa membantu?

Pembangunan akses air bersih di Desa Lai Lanjang membutuhkan dana yang tidak sedikit, tapi bukan berarti tidak mungkin. Kamu bisa ikut berpartisipasi dengan melakukan donasi melalui dua cara. Untuk pengguna Jenius, kamu bisa memanfaatkan fitur Send It dengan mengirim donasi via Cashtag ke $CeritaSumba, atau dengan menggunakan Jenius Pay yang bisa dilakukan langsung di halaman www.jenius.com/CeritaSumba.

Non-pengguna Jenius juga tetap dapat melakukan donasi melalui transfer ke rekening BTPN menggunakan kode bank “213” dengan nomor rekening tujuan 90011250316 atas nama Cerita Sumba.

Walaupun begitu, hanya untuk donasi yang dilakukan dengan menggunakan Jenius (Send It atau Jenius Pay), Jenius akan menambahkan 10% dari setiap donasi yang kamu berikan. Dengan membuat rekening Jenius dan mencantumkan kode referral $CeritaSumba, kamu ikut memperbesar kesempatan masyarakat Desa Lai Lanjang untuk mendapatkan air bersih.

Apa yang akan kita buat dengan donasi tersebut?

Waterhouse Project adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memiliki misi menyediakan akses/persediaan sanitasi air bersih di wilayah terpencil di Indonesia. Berkolaborasi dengan Yayasan Dian Sastrowardoyo dan Jenius, kami ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Desa Lai Lanjang, Sumba Timur, dalam bentuk membangun akses air bersih seperti membuat sumur baru serta pembangunan/pemasangan pipa-pipa air dan pompa dengan energi yang terbarukan.



Masyarakat Sumba membuktikan bahwa kebahagiaan dalam kesederhanaan mereka sungguh menular. Mereka berbagi hal positif kepada kita dan kita ingin mengembalikan itu kepada mereka. Apa yang akan kamu berikan kepada masyarakat Desa Lai Lanjang di Sumba Timur mampu mengubah hidup mereka. Sebesar apa pun bentuknya akan jauh lebih berarti daripada tidak sama sekali.

Ayo, jadi bagian dalam #CeritaSumba. Download dan aktivasi Jenius sekarang dengan mencantumkan kode referral $CeritaSumba, lalu kunjungi www.jenius.com/CeritaSumba untuk berpartisipasi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumba Timur serta mendekatkan dengan yang lebih bermakna di kehidupan mereka.


Share this news to: